BEAUTY

Rutinitas Kecantikan yang Ramah Lingkungan

Timi Trieska Dara
Minggu 25 Oktober 2020 / 06:00
Jakarta: Perusahaan kecantikan semakin serius dalam menyelamatkan lingkungan. Saat ini kita melihat ada perubahan ramah lingkungan untuk produk sehari-hari. 

Dari mulai alternatif untuk item mandi favorit kamu, dan make up yang baik untuk kamu serta lingkungan. Tak sampai di situ, berikut ini ada empat tips sederhana untuk membuat perubahan besar terhadap lingkungan melalui rutinitas kecantikan kamu:
 

1. Gunakan sampai tetesan terakhir


Serum atau skincare kamu habis? Apa yang bisa kamu lakukan jika kondisi seperti ini. Gunakan spatula untuk mengambil sisa skincare kamu atau balik botol atau dan biarkan gravitasi melakukan sisanya.

Annie Jackson, salah satu pendiri merek perawatan dan kecantikan Credo bilang sebaiknya hindari mengisinya dengan air.

"Air secara serius memengaruhi kemanjuran produk." Jadi hindari menambahkan air supaya tetesan terkahir skin care atau serum kamu bisa terpakai dengan kualitas yang sama.
 

2. Daur ulang tempat yang kosong


Wadah plastik dengan angka 1, 2, atau 5 di bawah botolnya dalam segitiga biasanya dapat didaur ulang. Namun, tutup mereka mungkin tidak. 

"Kemasan kosmetik dengan bahan campuran seperti logam dan plastik terkenal sulit untuk didaur ulang," kata Ashlee Piper, seorang ahli gaya hidup ramah lingkungan. Jadi pisahkan plastik tersebut ke sampah yang bisa didaur ulang.
 

3. Pertimbangkan kembali kemasan


Jika kamu terjebak dengan kemasan yang tidak dapat didaur ulang, gunakan kembali sebagai wadah perhiasan kamu yang ukurannya kecil. Tub plastik kecil tempat krim mata, misalnya, dapat menyimpan perhiasan, barang-barang kecil lainnya, atau bahkan produk kecantikan saat kamu bepergian. 

"Saya membersihkan wadah kecil dan mengisinya dengan krim wajah saya kembali ketika saya bepergian," kata Piper.
 

4. Pelajari arti produk


Mengetahui arti kata-kata pada kemasan produk dapat membantu kamu membuat keputusan berbelanja yang lebih baik. Ini panduannya:

Organic:

Produk dengan label "organik" mengandung setidaknya 95 persen bahan pertanian organik. Mereka yang mengklaim "dibuat dengan bahan organik" harus memiliki setidaknya 70 persen.

Clean:

Tidak ada definisi yang diatur, tetapi paling sering berarti formula bebas dari bahan kontroversial, termasuk paraben (pengawet umum), sulfat (agen pembersih), dan phthalate (biasanya ditemukan dalam wewangian sintetis).

Vegan:

Tidak ada produk dari hewan, seperti madu dan lanolin.

Cruelty-Free:

Ini menunjukkan bahwa formula dan bahan tidak diuji pada hewan. 
(TIN)