BEAUTY

Beauty Lovers, Ini Lho Jenis Alkohol yang Baik untuk Kulit

Sandra Odilifia
Kamis 15 April 2021 / 11:20
Jakarta: Alkohol telah digunakan untuk berbagai keperluan, seperti minuman, obat-obatan, dan kebutuhan industri. Karena kualitas antimikrobanya, alkohol juga menjadi bahan penting dalam produksi kosmetik. Namun rupanya, ini adalah salah satu bahan yang paling disalahartikan dalam perawatan kulit.

Alkohol adalah sekelompok besar zat dengan molekul yang mengandung gugus fungsi hidroksil (OH). Menurut struktur kimianya, bahan-bahan dalam perawatan kulit seperti gliserin, mentol, dan banyak lilin yang berasal dari tumbuhan juga dianggap alkohol.

Tersedia dalam berbagai bentuk, beberapa alkohol memiliki potensi untuk mengeringkan kulit dan membuatnya lebih rentan terhadap iritasi. Beberapa lainnya benar-benar dapat membantu melembapkan kulit dan membantu produk perawatan kulit agar lebih mudah diserap.

Alkohol dibagi menjadi dua kategori besar yakni alkohol berlemak dan alkohol sederhana. Alkohol berlemak adalah alkohol padat dan berasal dari sayuran seperti cetyl, stearyl, dan cetearyl. Memiliki kemampuan untuk mengunci kelembapan ke dalam kulit dan membentuk pelindung untuk melindungi kulit dari racun lingkungan dan unsur-unsurnya.


(Alkohol dibagi menjadi dua kategori besar yakni alkohol berlemak dan alkohol sederhana. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)



Perawatan kulit dengan alkohol berlemak yang disebutkan di atas bekerja paling baik untuk jenis kulit dehidrasi, kering, dan bahkan reaktif. Selain itu, alkohol ini juga membunuh bakteri penyebab jerawat di permukaan kulit dan membantu mengurangi munculnya jerawat.

Sebaliknya, alkohol sederhana menyebabkan kekeringan, mengganggu mikrobioma kulit, dan melemahkan pelindung kulit yang selanjutnya membuat kulit berjerawat, meningkatkan kerentanan terhadap racun lingkungan, dan mempercepat penuaan.

Alkohol sederhana termasuk etanol, metanol, benzil, isopropil, dan metil. Bahan ini sangat ringan dan paling sering digunakan pada pelembap wajah dan tubuh sebagai pengawet.

Menggunakan alkohol ini dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kulit melalui penuaan yang dipercepat, kekeringan kronis, dan jerawat kistik.


(Perawatan kulit dengan alkohol berlemak yang disebutkan di atas bekerja paling baik untuk jenis kulit dehidrasi, kering, dan bahkan reaktif. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)



Pendiri dan pimpinan Refresh Botanicals, Dr. Jagvir Singh mengatakan semua orang menginginkan kulit yang awet muda, terhidrasi, dan seimbang, namun mikrobioma kulit kita sering terganggu akibat kurangnya pengetahuan akibat alkohol sederhana yang digunakan dalam rutinitas perawatan kulit.

"Maka itu, hindari alkohol sederhana dengan memeriksa ulang label bahan sebelum menambahkan produk baru ke rutinitas perawatan kulit. Dengan begitu, kamu akan membuat kulitmu lebih sehat, dan terhindar dari kerusakan jangka panjang," ujarnya.

"Lebih baik lagi, jika kamu tidak yakin tentang jenis alkohol pada daftar bahan perawatan kulitmu, solusi terbaik adalah pilih produk perawatan kulit organik," saran Dr. Jagvir. 

(yyy)