BEAUTY

Mengenal Skin Microbiome, Dampaknya pada Kulit dan Cara Merawatnya

Yuni Yuli Yanti
Jumat 03 Desember 2021 / 07:08
Jakarta: Ladies, pernahkah kamu mendengar tentang skin microbiome? Istilah ini memang masih terdengar asing di dunia kecantikan. Skin microbiome adalah komunitas mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur, bahkan tungau yang hidup di kulit kita.

Menurut sebuah penelitian, di dalam tubuh manusia terdapat 50 persen sel manusia dan 50 persen mikroorganisme, seperti microbiome atau mikrobioma yang terdapat dalam kulit, usus besar dan organ kewanitaan. Microbiome pun tumbuh dan ada di dalam tubuh manusia secara alami.

Jumlah microbiome yang ada di dalam tubuh, dapat bertambah atau berkurang tergantung dari cara kita makan, aktivitas kehidupan sehari-hari, faktor kesehatan dan faktor usia. Sehingga microbiome ini harus dijaga agar selalu seimbang di dalam tubuh.


(Di dalam tubuh manusia terdapat 50 persen sel manusia dan 50 persen mikroorganisme, seperti microbiome atau mikrobioma yang terdapat dalam kulit. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, Dermato Venereologist mengatakan microbiome science merupakan sebuah pendekatan untuk mengetahui ekosistem dari mikroorganisme hidup yang terdapat pada permukaan kulit kita.

Menurutnya, fungsi utama skin microbiome adalah sebagai salah satu faktor yang berperan dalam menjaga fungsi sawar kulit dengan optimal. Gangguan pada komposisi skin microbiome akan menimbulkan kondisi disbiosis yang dapat menyebabkan penyakit kulit salah satu contohnya jerawat

"Ada beberapa faktor yang memengaruhi ketidakseimbangan atau terganggunya skin microbiome. Seperti imunitas, stres, kebersihan tubuh, pemakaian bahan kimia yang berlebihan, paparan sinar UV, cuaca, aktivitas fisik, dan polusi udara serta air. Dan, cara untuk mengatasi ketidakseimbangan ini ya dengan membuat faktor yang memengaruhi tadi tidak berlebihan atau tidak kekurangan," jelas dr. Fitria dalam acara virtual Dermlive by La Roche Posay, 30 November 2021.  


(Untuk mengatasi jerawat dan memperbaiki skin barrier gunakanlah pelembap dengan bahan aktif Aqua Posae Filiformis. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Sementara, dr. Fitria juga menyebutkan untuk mengatasi permasalahan jerawat, perlu kita pahami dan mengembalikan keseimbangan skin microbiome. Pasien jerawat dapat menggunakan bahan aktif yang berperan dalam rebalancing skin microbiome untuk mengurangi peradangan, memperbaiki skin barrier, dan mengurangi kekambuhan jerawat yang dialaminya. Salah satu bahan aktif tersebut adalah Aqua Posae Filiformis.

"Bahan aktif Aqua Posae Filiformis yang dimiliki La Roche Posay memiliki manfaat untuk mengembalikan keseimbangan mikrobiota kulit sehingga melawan proses peradangan dan menurunkan adhesi bakteri. Bahan ini juga dapat mengurangi kekambuhan jerawat," pungkasnya. 
(yyy)