BEAUTY

Transplantasi Rambut, Pahami Prosedur dan Risikonya

Cindy
Kamis 06 Januari 2022 / 11:16
Jakarta: Baru-baru ini Musisi Anang Hermansyah memangkas habis rambutnya demi melakukan transplantasi rambut. Hal itu diketahui dari unggahan Instagram resminya, @ananghijau. 

"Keren juga ya botak, hehe. Yang mau tau aku abis bikin rambut di @now.hairtime. Baru kali ini aku berani botak karena istriku, botak waktu baby dan sekarang," tulis Anang Hermansyah dikutip dari Instagram, Rabu, 5 Januari 2022.

Tak hanya Anang Hermansyah, Atta Halilintar ikut-ikutan melakukan transplantasi rambut. Kegiatan itu dilakukan saat mereka berlibur bersama keluarga di Turki. 

Apa itu transplantasi rambut?

Dilansir dari hellosehat, transplantasi rambut merupakan prosedur untuk mengembalikan rambut pada area kulit kepala yang mengalami penipisan hingga kebotakan. Transplantasi rambut dapat dilakukan dengan tiga jenis operasi, yakni operasi perluasan jaringan kulit kepala, operasi mengurangi kulit kepala, dan implan rambut. 

Ketiga operasi ini dapat dikombinasikan atau dilakukan satu operasi saja. Transplantasi rambut juga dilakukan tergantung kondisi kulit kepala pasien. 

Baca: Anang Hermansyah Botak, Netizen: Mirip Raul Lemos

Prosedur transplantasi rambut

Dilansir dari American Academy of Demratology, transplantasi rambut umumnya berlangsung mulai 4-8 jam. Jika jumlah rambut yang ditanam banyak, maka operasi dapat berlangsung lebih lama. 

Kebanyakan pasien akan diberi obat bius lokal yang membuat kulit kepala mati rasa. Beberapa pasien juga akan diminta minum obat penenang ringan untuk membantu mereka rileks. 

Awalnya, dokter kulit akan mencabut rambut sehat dengan memotong kulit kepala Anda atau mencabut helai rambut satu per satu agar hasil alami. Memilih mencabut helai rambut satu per satu membutuhkan lebih banyak waktu, tapi tidak meninggalkan bekas luka operasi pada kulit Anda.

Selanjutnya, sisten bedah akan mempersiapkan kulit kepala dan rambut yang telah diambil sebelum transplantasi dilakukan. Dokter dan asisten selanjutnya akan menempelkan rambut sehat ke area pencangkokan rambut. Setelah itu, kulit kepala Anda akan dibalut dengan perban dan Anda akan diberi instruksi perawatan di rumah. 

Hasil transplantasi rambut

Kebanyakan pasien akan melihat hasil transplantasi rambut antara 6-9 bulan setelah operasi. Tapi ada juga pasien yang membutuhkan waktu lebih lama sampai satu tahun. 

Jangan kaget saat rambut hasil transplantasi rontok pada 2-8 minggu setelah operasi. Kondisi ini normal karena rambut yang rontok itu akan digantikan rambut baru. Rambut juga mungkin akan terlihat lebih tipis setelah operasi. 

Dokter kulit umumnya akan merekomendasikan obat untuk menangani kerontokan rambut. Obat ini akan mencegah atau memperlambat kerontokan dan penipisan rambut baru. Dengan itu, Anda dapat mempertahankan hasil yang alami selama bertahun-tahun mendatang. 

Baca: Tak Perlu ke Salon, Ini 7 Tips Potong Poni Ala Korea

Risiko transplantasi rambut

Walau transplantasi rambut terbilang cukup aman, mungkin saja risiko ini akan terjadi setelah operasi dilakukan, antara lain:

1. Alergi terhadap obat bius

Obat bius lokal yang diberikan sebelum transplantasi rambut mungkin membuat pasien mengalami reaksi alergi, seperti syok anafilaksis, rasa gatalm sulit menelan, batuk, dan pembengkakan di bagian tubuh tertentu. Namun kasus ini jarang terjadi, yaitu sebanyak 1 dari 10 ribu pasien yang dibius. 

2. Komplikasi selama dan setelah operasi

Selain reaksi alergi, transplantasi rambut juga meningkatkan risiko percepatan detak jantung (takikardia). Kondisi yang terjadi selama operasi ini bersifat sementara, tapi dapat menyebabkan masalah pada pasien dengan penyakit jantung. 

Infeksi juga dapat terjadi ketika luka jahitan pasca operasi menganggu peredaran darah dan membentu kerak. Komplikasi ini biasanya terjadi akibat kurang menjaga kebersihan kulit kepala dan bekas jahitan. Untuk menghindari hal ini, dokter biasanya akan memberi antibiotik dan sampo antibakteri. 

3. Rambut tidak beraturan

Tampilan rambut mungkin dapat terlihat aneh akibat penempatan folikel rambut yang tidak tepat. Kondisi ini dapat terjadi bila dokter kulit tidak memperhatikan arah tumbuhnya rambut asli Anda. Oleh karena itu, kemampuan dokter kulit saat melakukan transplantasi rambut sangat penting dalam kesuksesan rambut tampak alami. 

4. Efek samping lainnya

Ketiga efek samping di atas dapat menganggu pertumbuhan rambut bahkan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Tapi ada berbagai risiko kesehatan lainnya yang timbul usai transplantasi rambut, antara lain:
  • Gatal di kulit kepala
  • Bekas jahitan operasi kembali terbuka
  • Bekas luka tidak dapat hilang
  • Keloid pada luka operasi
  • Rambut rontok.
Baca: 5 Gaya Rambut Wanita Paling Trendi Tahun Ini
(CIN)