BEAUTY

Ladies, Ini 7 Bahan Skincare yang Efektif Mengatasi Masalah Kulit Wajah

Yuni Yuli Yanti
Senin 08 November 2021 / 07:00
Jakarta: Saat ini, begitu banyak produk perawatan wajah yang tersedia di pasaran dengan berbagai manfaat. Mulai dari kandungan yang dapat merawat hingga mengatasi berbagai permasalahan kulit

Sementara itu, setiap orang memiliki jenis, tekstur dan masalah kulit wajah yang berbeda-beda. Sehingga, skincare yang dipilih pun harus sesuai dengan kebutuhan dan masalah kulit wajah masing-masing. Oleh karena itulah, kamu pun wajib mengetahui dan mempelajari berbagai bahan yang umum terdapat dalam skincare. 

Berikut ini tujuh bahan skincare yang populer di dunia kecantikan dan manfaatnya untuk wajah, di antaranya:
 

1. Benzoyl peroxide 

Kandungan skincare ini umum dijumpai dalam obat jerawat, baik sebagai bahan tunggal ataupun dikombinasikan dengan bahan lainnya. Benzoyl peroxide efektif dalam membunuh bakteri penyebab jerawat, mengurangi peradangan, dan membuka sumbatan pori-pori yang berpotensi menyebabkan jerawat. Selain obat jerawat, benzoyl peroxide juga bisa kamu temukan di produk skincare lainnya khusus kulit rentan berjerawat, seperti pembersih wajah dan krim pelembap.
 

2. Niacinamide

Secara keseluruhan, niacinamide dapat menjaga kesehatan kulit wajah. Di permukaan kulit, niacinamide membantu mengurangi terjadinya peradangan, terutama di kulit yang rentan berjerawat dan eczema. Selain itu, kandungan ini juga dapat mendorong produksi ceramide dan membantu mencerahkan warna kulit. Sebagai antioksidan (Vitamin B3), niacinamide menjaga kulit dari efek stres oksidatif.
 

3. Hyaluronic acid

Dikenal dengan kemampuannya menghidrasi dan melembapkan kulit wajah, baik di dalam lapisan kulit maupun di permukaan kulit. Hyaluronic acid ukuran molekul mikro yang terkandung di dalam serum dapat meresap masuk ke dalam lapisan kulit dan mengikat air untuk menjaga kadar air di dalam. Sementara, hyaluronic acid dengan ukuran molekul makro dapat menarik air dari udara dan menghidrasi permukaan kulit wajah.


(Setiap orang memiliki jenis, tekstur dan masalah kulit wajah yang berbeda-beda. Sehingga, skincare yang dipilih pun harus sesuai dengan kebutuhan dan masalah kulit wajah masing-masing. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

 

4. Retinol

Merupakan bahan skincare yang banyak dijumpai di produk-produk perawatan anti-aging, karena kemampuannya membantu menyamarkan kerutan dan garis-garis di wajah. Antioksidan ini merupakan turunan dari Vitamin A dan dapat mendorong produksi serat kolagen di jaringan kulit. 

Retinol juga bisa digunakan untuk mengobati jerawat yang parah dan merawat kulit wajah yang rentan berjerawat. Meski demikian, retinol tidak boleh dipakai oleh ibu hamil dan menyusui. Karena penggunaan retinol pada ibu hamil dalam dosis yang tinggi dapat mengganggu perkembangan janin, bahkan berisiko menyebabkan bayi cacat lahir. 
 

5. Salicylic acid

Salicylic acid merupakan satu-satunya beta hydroxy acid (BHA), dan juga merupakan chemical exfoliator yang membantu mengangkat tumpukan sel-sel kulit mati, sehingga wajah menjadi lebih halus, warna kulit tampak merata, dan kulit lebih cerah. Salicylic acid diperuntukkan bagi kulit wajah cenderung berminyak serta berjerawat, karena dapat masuk ke dalam pori-pori untuk membersihkan minyak serta kotoran yang berpotensi menyebabkan jerawat.


(Hyaluronic acid dikenal dengan kemampuannya menghidrasi dan melembapkan kulit wajah, baik di dalam lapisan kulit maupun di permukaan kulit. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

 

6. Ceramides

Merupakan asam lemak yang diproduksi secara alami oleh tubuh, ceramides membantu memperbaiki skin barrier yang rusak dan menjaga kondisinya sehingga tidak mudah rusak akibat serangan agresor lingkungan. Bahan skincare ini juga membantu menjaga kelembapan di kulit wajah sehingga tidak mudah kering dan iritasi. 
 

7. Vitamin C

Telah lama dikenal dapat membantu memudarkan noda hitam, meratakan warna kulit, dan mencerahkan kulit wajah dengan pemakaian rutin. Tak hanya itu, sebagai antioksidan, Vitamin C juga dapat membantu menetralkan efek buruk radikal bebas dari agresor lingkungan terhadap kulit, serta mendorong produksi serat kolagen di jaringan kulit. 
(yyy)