BEAUTY

5 Tanda Kamu Membutuhkan Dokter Kulit

Yuni Yuli Yanti
Selasa 01 Desember 2020 / 09:18
Jakarta: Setiap orang memiliki masalah kulitnya masing-masing. Mulai dari jerawat, bercak merah hingga eksim atau peradangan kulit yang tidak diinginkan. Tentu hal ini mengganggu kehidupanmu sehari-hari termasuk memengaruhi caramu berinteraksi dengan orang lain. 

Masalah kulit cenderung menyebabkan ketidaknyamanan karena sangat jelas dan terlihat. Nah, sebelum kondisi tersebut berubah menjadi sangat serius atau justru permanen. Berikut adalah lima tanda kamu harus segera berkunjung ke dokter kulit: 

1. Kulit kepala gatal

Menggaruk karena kulit kepala gatal terus-menerus bisa membuat kamu jengkel dan lelah. Ini juga mengisyaratkan masalah kulit mendasar yang perlu ditangani segera oleh spesialis kulit.

2. Luka membandel

Gigitan serangga atau luka yang tak kunjung sembuh perlu diperiksa oleh dokter kulit. Mereka bisa menjadi permanen dan melukai kulit jika tidak dirawat dengan benar. Bisa jadi karena gigitan serangga atau reaksi alergi terhadap makanan atau tanaman.


(Kulit memerah bisa jadi karena pembuluh darah merah pecah dengan benjolan mirip jerawat di permukaan luar. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

3. Kemerahan permanen

Kemerahan permanen atau juga dikenal sebagai Rosacea, membuat kulitmu lebih merah daripada yang lain. Kulit memerah bisa jadi karena pembuluh darah merah pecah dengan benjolan mirip jerawat di permukaan luar. Ini akan menjadi lebih buruk karena paparan eksternal terhadap angin, dingin, dan jenis makanan yang salah.

4. Memburuknya jerawat

Jika jerawatmu semakin parah dan bahkan menyebar ke leher dan dada, inilah saatnya menemui dokter kulit. Jerawat itu menyakitkan dan menimbulkan bekas luka, jadi pastikan kamu menenangkan dan merawatnya secepat mungkin untuk mengurangi efeknya pada kulit.

5. Rambut rontok berlebihan

Setiap orang tentu pernah mengalami rambut rontok. Namun, jika rambut rontoknya berlebihan kamu perlu periksakan diri ke dokter. Rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti makanan, alergi, efek samping obat, cuaca atau genetik. 

(yyy)