comscore
foto

Melihat Aksi Spot, Robot Mirip Anjing yang Menjelajahi Reruntuhan Pompeii

10 Juni 2022 13:42 WIB
Jakarta: Robot anjing berkaki empat bernama Spot telah ditempatkan di Pompeii, Naples, Italia, untuk mengumpulkan data tentang masalah struktural dan keamanan di reruntuhan kuno tersebut.

Menurut Archaeological Park of Pompeii, Spot dapat menavigasi medan yang sulit secara mandiri dan mampu memeriksa bahkan ruang terkecil dengan keamanan lengkap, mengumpulkan dan merekam data yang berguna untuk studi dan perencanaan intervensi.

Spot juga akan memeriksa terowongan yang digali oleh perampok makam. Menurut Angela Giuffrida dari Guardian, perampok telah menjarah situs budaya Italia selama beberapa dekade, meskipun mereka kurang berhasil di Pompeii sejak 2012, ketika polisi seni Italia meningkatkan upaya mereka untuk menghentikan perdagangan artefak kuno.

Spot dibuat oleh Boston Dynamics, sebuah perusahaan yang merekayasa robot seperti Atlas, robot humanoid yang mampu menavigasi kursus parkour. Robot seperti anjing dapat mencapai kecepatan hingga tiga mph, memiliki penglihatan 360 derajat yang membantunya menghindari rintangan dan terlindung dari debu dan hujan.

Pemindai laser terbang yang dapat secara mandiri melakukan pemindaian 3-D dari reruntuhan akan membantu Spot di Pompeii.

Data yang dikumpulkan tidak hanya akan memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari area yang berisiko runtuh lebih lanjut jika manusia mengaksesnya, tetapi juga membuka penelitian bagi para arkeolog di seluruh dunia yang dapat menawarkan wawasan dari jarak jauh.

“Seringkali kondisi keamanan di dalam terowongan yang digali oleh perampok kuburan sangat berbahaya, sehingga penggunaan robot dapat menandakan terobosan yang memungkinkan kami untuk melanjutkan dengan kecepatan lebih tinggi dan keamanan total,” kata direktur jenderal Pompeii, Gabriel Zuchtriegel, dalam pernyataan.

Kota kuno Pompeii, yang hancur pada tahun 79 M setelah Gunung Vesuvius meletus, dikunjungi oleh jutaan orang setiap tahunnya. Dalam beberapa tahun terakhir, para arkeolog, sejarawan, dan penduduk mengeluhkan pengelolaan dan pemeliharaan situs bersejarah yang buruk.

Pada 2008, pemerintah Italia mendeklarasikan keadaan darurat di Pompeii. Beberapa tahun kemudian, serangkaian bangunan, termasuk Rumah Gladiator, runtuh. UNESCO mengancam untuk menambahkan Pompeii ke daftar situs warisan dunia dalam bahaya kecuali otoritas Italia meningkatkan pelestariannya. Namun baru-baru ini, situs tersebut telah mengalami perbaikan. AFP PHOTO/Andreas Solaro

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id