comscore
foto

Wow! Mercedes Antik Ini Laku Terjual Rp2,094 Triliun

20 Mei 2022 13:19 WIB
Jakarta: Sebuah Mercedes-Benz 1955, salah satu dari hanya dua dari jenisnya, laku terjual dalam lelang awal bulan ini dengan harga 135 juta euro (USD143 juta, setara Rp2,094 triliun), menjadikannya mobil termahal yang pernah dijual.

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut dijual ke kolektor pribadi tersebut, kata perusahaan lelang mobil klasik, hampir tiga kali lipat dari rekor harga sebelumnya untuk sebuah mobil, yang ditetapkan pada 2018 oleh Ferrari 250 GTO 1962 yang terjual lebih dari USD48 juta.

Lelang khusus undangan tersebut berlangsung pada 5 Mei di Museum MercedesBenz di Stuttgart, Jerman, kata rumah lelang itu, seraya menambahkan bahwa harga tinggi kendaraan itu menempatkannya dalam 10 barang paling berharga yang pernah dijual di lelang dalam kategori koleksi apa pun.

Menurut peringkat AFP karya seni yang dijual di lelang dalam beberapa tahun terakhir, 300 SLR menempati urutan keenam atau ketujuh, dengan rekor sepanjang masa dipegang oleh Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci, yang terjual pada November 2017 seharga USD450,3 juta.

Berikutnya adalah Shot Sage Blue Marilyn oleh Andy Warhol, yang juga terjual bulan ini seharga USD195 juta.

Mobil itu adalah salah satu dari hanya dua prototipe yang dibuat oleh Mercedes-Benz, dan dinamai menurut pencipta dan kepala insinyurnya, Rudolf Uhlenhaut, menurut RM Sotheby's.

"Pembeli pribadi telah setuju bahwa 300 SLR Uhlenhaut Coupe akan tetap dapat diakses untuk tampilan publik pada acara-acara khusus, sedangkan 300 SLR Coupe asli kedua tetap dalam kepemilikan perusahaan dan akan terus ditampilkan di Museum Mercedes-Benz di Stuttgart," perusahaan lelang menambahkan.

Menurut RM Sotheby's dan laporan pers, 300 SLR, dikenali dari garis dan pintu kupu-kupunya yang tidak biasa, dimodelkan pada mobil balap Grand Prix W196 R, yang memenangkan dua kejuaraan dunia Formula 1 pada tahun 1954 dan 1955 dengan pembalap Italia Juan Manuel Fangio di kursi pengemudi.

Tetapi pada bulan Juni 1955, tragedi menimpa tim Mercedes-Benz, ketika pada balapan Le Mans 24 Jam, kecelakaan salah satu dari 300 kendaraan SLR-nya menewaskan pembalap Prancis Pierre Levegh dan 83 penonton.

Tragedi itu -- paling mematikan dalam sejarah balap motor -- memaksa perusahaan itu mundur dari balapan selama bertahun-tahun.

RM Sotheby's mengatakan hasil dari lelang akan digunakan untuk mendirikan Dana Mercedes-Benz di seluruh dunia yang akan mendanai penelitian ilmu lingkungan dan dekarbonisasi. AFP PHOTO/Mercedes-Benz AG

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id