comscore
foto

Rumah Terumbu Karang Terbesar Ditenggelamkan di Laut Bali

25 Mei 2022 21:18 WIB
Jakarta: Sebuah artificial reef atau rumah terumbu karang yang diberi nama domus anguillae karya seniman Teguh Ostenrik ditenggelamkan di perairan Bali. Domus ini menjadi instalasi seni terumbu karang ke 11 yang ia tenggelamkan bersama Yayasan Terumbu Rupa.

Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng dipilih sebagai lokasi penenggelaman domus. Nantinya  instalasi seni rumah terumbu karang diharapkan mampu menjadi pendorong ekonomi dan pariwisata di pulau dewata pasca pandemi covid-19. Karya yang memiliki panjang 62 meter ini menjadi domus terpanjang yang pernah dibuat. 

Selama tujuh tahun Teguh mendatangi berbagai tempat di tanah air untuk aktif dalam pelestarian lingkungan terutama laut. Menurutnya setiap daerah memiliki memiliki karakter yang berbeda, itu juga yang menginspirasi dirinya dalam membuat karya-karyanya.

“Dalam membuat domus atau rumah terumbu karang kami selalu menyesuaikan dengan karakter wilayahnya. Misalkan domus pyramid dugong yang kita tenggelamkan di Sulawesi Utara karena dugong banyak di daerah tersebut sehingga menjadi sebuah apresiasi karya saya,” ucapnya. 

Di Sembiran ini, selain menjadikan Belut sebagai salah satu inspirasinya Teguh juga memaknai karyanya menyerupai sebuah lorong yang seolah menjadi perut ibu sebagai refleksi atau cerminan hidup manusia. 

“Di Bali pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan, dan tugas domus aguilera ini adalah menjadi rumah coral dan menjadi rumah terumbu karang baru. Di tengah kerusakan lingkungan saat ini, sekarang bukan waktunya lagi untuk bersedih. Saya dan Yayasan Terumbu Rupa mencoba berbuat sesuatu untuk alam”, ungkapnya kembali. 

Menurut Wiyu Wahono kolektor yang telah berkecimpung di dunia seni rupa selama puluhan tahun, apa yang dilakukan oleh seorang Teguh Ostenrik adalah ide yang gila. Ia sangat kritis terhadap isu sosial di masyarakat. 

“Dari dulu Teguh itu tidak pernah mau menetap di zona nyaman. Karya seni itu tidak hanya dilihat dari sisi komersilnya, tapi yang lebih penting adalah nilai artistik dalam melihat mediumnya yaitu instalasi bawah laut. Kedepan para orang-orang seni atau kolektor seni bisa menikmatinya di Bali ini”, ungkapnya. Dok.Istimewa

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id