foto
 

    Bantuan Kloter Pertama untuk Korban Bencana di Sabu Raijua Mulai Disalurkan

    10 April 2021 22:28 WIB
    Jakarta: Bantuan logistik bagi korban bencana di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) disalurkan, Sabtu, 10 April 2021. Bantuan kloter pertama tersebut berasal dai Artha Graha Peduli (AGP) yang terdiri dari sembako, makanan bayi, sarung, selimut, sarden, masker, kebutuhan perempuan dan bayi, sensor, dan genzet. 

    "Ini adalah bantuan tahap pertama dari rangkaian bantuan yang baru bisa diangkut," kata Koordinator Pengelolaan Sumbangan Para Pihak, Posko Bencana Siklon Seroja NTT, Silvia Pekujawang kepada wartawan seusai menerima bantuan dari Perwakilan AGP, Nicolas Ferdianto di Mako Lantamal VII Kupang.

    Bantuan tersebut diangkut helikopter BNPB dari Maumere, Kabupaten Sikka yang selanjutnya diangkut dengan kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Bantuan dijadwalkan tiba di Sabu pada Minggu, 11 April 2021. "Kami berterima kasih atas bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat yang terkena bencana," katanya.

    Sesuai data posko bencana, selain Sabu Rajua, korban bencana di sejumlah kabupaten sama sekali belum menerima bantuan seperti Rote Ndao dan Alor. Kondisi ini disebabkan putusnya akses transportasi dan komunikasi yang mengakibatkan penyaluran bantuan terhambat.

    Di Sabu Raijua, ratusan rumah penduduk dilaporkan rusak termasuk kantor bupati dan rumah sakit. Kerusakan fasilitas umum kantor pemerintah, puskesmas, sekolah, rumah ibadah, dan rumah penduduk diperkirakan mencapai 12 ribu unit, dan dua orang meninggal. "Listrik padam sejak 5 April, jaringan internet terganggu dan tidak ada sinyal, bahan bakar minyak masih cukup tetapi jika tidak ada pengiriman dari Kupang akan terganggu," kata Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi.

    Menurut Doris, transportasi masih berjalan namun di beberapa lokasi terjadi patahan dan longsor. "Kami sangat membutuhkan bahan bakar minyak dan sembalo dan kebutuhan lain," katanya.

    Sementara itu, ASDP Kupang mulai membuka jalur pelayaran ke Pulau Rote pada Sabtu siang. Pelayaran perdana pasca badai mengunakan Kapal Motor Ile Labalekan membawa bahan bangunan milik dan bahan kebutuhan pokok milik pedagang.

    Dengan membuka jalur pelayaran menuju Rote, diharapkan armada lainnya juga mulai beroperasi.  Namun, pengoperasian jalur pelayaran tersebut terganggu karena Kapal Motor (KM) Jatra 1 berbobot 3.871 Gross Tonnage (GT) yang tenggelam di kolam labuh dermaga akibat siklon seroja, belum dievakuasi. Kapal itu tenggelam karena dihantam gelombang tinggi yang mengakibatkan badan kapal terbentur dermaga dan bocor. Kapal tenggelam di kedalaman enam meter. MI/Palce Amalo

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id