foto
 

    Sang Pengantar Jenazah Covid-19 ke Persemayaman Terakhir

    26 September 2020 07:24 WIB
    Jakarta: Pada masa pandemi ini, segala daya upaya dilakukan pemerintah untuk meredam penyebaran covid-19. Tak hanya memperhatikan sektor ekonomi saja, pemerintah juga telah memberikan yang terbaik untuk garda terdepan penanganan virus korona. Selain tenaga medis, sejumlah 'pahlawan' lain juga patut diberikan apresiasi tinggi. Salah satunya petugas pemakaman jenazah covid-19.

    Mereka sehari-hari bertugas menyiapkan lubang makam bagi korban covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat. Dalam sehari mereka bisa menggali puluhan lubang, tergantung dari jumlah kematian hari itu. 

    "Kita menyiapkan lubang paling dikit 20, tapi kita pernah sampai 40 lubang gara-gara yang meninggal banyak, dan itu rekor yang pernah kita lakukan," kata penggali makam Komplek Pemakaman covid-19 Pondok Ranggon, Junaedi.

    Tentu saja, rasa takut terpapar selalu ada. Kecemasan terbesar mereka adalah membawa virus itu ke lingkungan keluarga. 

    Menurut pria bertubuh kurus itu, ketakutan terbesar dirinya bukan dari jenazah yang terpapar virus, namun dari para ahli waris, kerabat dan teman yang mengantarkan jenazah. Karena menurutnya, jenazah yang telah dibawa ke pemakaman telah melewati protokol yang ketat termasuk terbungkus plastik secara rapih. Apabila ada kerusakan para petugas berhak menolak jenazah untuk dimakamkan. Sementara para pengantar belum tentu mereka aman dari virus tersebut.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua grup B petugas gali makam untuk jenazah covid-19, Andi, untuk perlindungan diri mereka telah menyiapkan sejumlah peralatan. Selain baju hazmat, mereka membekali diri dengan pembersih tangan, sarung tangan dan plastik steril. Saat tiba di rumah, sebelum berkumpul dengan dengan keluarga, mereka mandi dan seluruh perlengkapannya direndam cairan disinfektan.

    Pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi mereka. Dengan besarnya resiko pekerjaan tersebut, pemerintah telah menyiapkan dana insentif sebesar Rp1 juta per orang, dimana dana tersebut dibayarkan per bulannya.

    "Selain insentif sih sebenarnya pengennya nih covid-19 buru-buru selesai, dan tolong yang pada nganter jenazah jaga jarak, pada pake masker dan ikutin protokol kesehatan, jangan suka marah-marah sama kita. Kalau kita nanti kena dan mati terus siapa yang nguburin," ujar pria bertubuh besar tersebut sambil tertawa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id