foto
 

    Polres Malang Proses 129 Pengunjukrasa

    09 Oktober 2020 13:53 WIB
    Malang: Kepolisian Resor Malang Kota, Jawa Timur, memproses hukum pengunjukrasa yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja berujung anarkistis karena merusak aset negara, fasilitas umum. dan mengakibatkan orang terluka.

    "Kita akan melakukan pendalaman dalam waktu 1 kali 24 jam. Nanti kalau memenuhi unsur kita proses hukum," tegas Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata, Jumat, 9 Oktober 2020.

    Ia menjelaskan aksi demo anarkistis di kawasan DPRD Kota Malang dan Pemkot Malang pada Kamis, 8 Oktober 2020 mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Dalam demo itu polisi mendata kerusakan di antaranya mobil dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan mobil milik Pemkot Malang. "Empat mobil dinas milik Polri dibakar," ungkapnya.

    Bahkan, pengunjukrasa juga merusak kendaraan bus Polres Batu dan truk milik Polres Blitar. Data yang dihimpun oleh polisi, kerusakan lainnya, yakni fasilitas umum di kawasan gedung DPRD. "Anggota Brimob terluka karena lemparan batu. Ada 15 anggota yang terluka," ujarnya.

    Guna mengantisipasi klaster baru covid-19, polisi melakukan tes cepat. Hasilnya, sebanyak 20 orang reaktif. "Segera kita tindak lanjuti tes swab," tuturnya. MI/ANTARA FOTO


    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id