foto
 

    Ke Jateng, Presiden Tinjau Infrastruktur dan Vaksinasi Massal

    11 Juni 2021 20:12 WIB
    Jakarta: Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana bertolak menuju Provinsi Jawa Tengah guna melakukan kunjungan kerja (kunker) dengan sejumlah agenda, di antaranya meninjau proyek infrastruktur dan program vaksinasi massal.

    Dengan menggunakan Pesawat Khusus ATR 72-600, Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, sekitar pukul 07.00 WIB.
     
    Setibanya di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Kabupaten Purbalingga, Kepala Negara meninjau perkembangan pembangunan bandara tersebut. Bandara JB Soedirman sendiri telah mulai beroperasi sejak 1 Juni 2021 dan melakukan penerbangan komersil perdananya pada 3 Juni 2021.

    Selanjutnya, Presiden meninjau jalannya pelaksanaan vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi pengguna kapal laut, pekerja pelabuhan, masyarakat di sekitar pelabuhan, hingga warga difabel di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

    Presiden mengatakan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat di Pelabuhan Tanjung Emas diperlukan karena aktivitas pelabuhan sangat padat dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

    "Mulai aktivitas bongkar muat, pergerakan kapal, pergerakan penumpang, aktivitas petugas petugas yang ada di pelabuhan semuanya sangat tinggi," ujarnya.

    Dengan adanya vaksinasi, diharapkan masyarakat di Pelabuhan Tanjung Emas terlindungi dari penularan covid-19.
      
    "Kita berharap semuanya, penyebaran covid-19 bisa kita hambat dan hilangkan," katanya.

    Setelah itu Presiden meninjau pembangunan jalan tol ruas Semarang-Demak yang berlokasi di wilayah Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

    "Sore ini saya meninjau proyek Jalan Tol Semarang-Demak yang merupakan bagian dari jaringan tol Jawa, koridor Pantai Utara Jawa," ujar Jokowi.

    Presiden Jokowi mengatakan koridor tersebut akan menghubungkan Semarang, Demak, Rembang, Tuban, dan Gresik. Sedangkan untuk ruas Gresik-Surabaya sudah terhubung jalan tol dan telah dioperasikan.

    "Panjangnya khusus yang ini 26,7 km. Seksi I yaitu Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 km dan seksi II Sayung-Demak sepanjang 16,31 km," tambah Presiden.

    Presiden Jokowi mengatakan seksi I dibangun dengan dukungan pemerintah, sedangkan seksi II melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

    Presiden berharap keberadaan jalan tol tersebut mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan di jalur Kaligawe dan Bandara Ahmad Yani.

    "Ini yang sudah berpuluh-puluh tahun selalu macet, karena kendaraan-kendaraan besar yang semua lewat di jalur ini," kata Presiden Jokowi.

    Menurut Presiden, keistimewaan jalan tol ini adalah multifungsi. Selain meningkatkan konektivitas, jalan Tol Demak seksi I juga berfungsi untuk pengendalian banjir rob.

    "Dengan adanya fungsi kolam retensi dan nanti adanya tanggul laut, dan pengembangan area yang tadinya terendam menjadi kering. Kita lihat area yang tadi terendam akan kering dan bisa digunakan baik untuk kawasan industri dan pendukungnya dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," jelas Presiden Jokowi.

    Presiden berharap jalan tol tersebut bisa diselesaikan sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Foto: BPMI Setpres/Lukas

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id