foto
 

    Polres Surakarta Gelar Pengetatan, Gibran Pastikan Larang Jokowi Mudik

    05 Mei 2021 14:26 WIB
    Solo: Polres Surakarta menggelar apel Operasi Ketupat Candi 2021, Rabu, 5 Mei 2021, di halaman Mako I Manahan, sebagai kesiapan menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib pada Ramadhan hingga Idul Fitri 1442/Hijriah di masa pandemi Covid-19, yang akan dilaksanakan di jalan raya mulai 6-17 Mei.

    Pada gelar Operasi Ketupat Candi 2021 ini, Polresta Surakarta mengerahkan 975 personil ditambah back up dari Brimob yang engerahkan 1 SSK dan personil TNI dari Kodim 0735/Surakarta sebanyak 1 SSK.

    Dalam periodisasi Operasi Ketupat Candi 2021 untuk tujuan peniadaan mudik lebaran ini, Polresta Surakarta mendirikan 5 Pospam strategis di pintu perbatasan kota dengan daerah hinterland, dan satu Pos Pelayanan. 

    Dia tegaskan, Pospam berfungsi melakukan screening dan testing bagi mereka yang terjaring operasi. Ketika dilakukan tes swab antigen, mereka yang non reaktif dibawa ke rumah karantina Solo Techno Park dan juga hotel yang menjadi pilihan pemudik, dengan biaya mandiri selama 5 hari. Sedang yang dites swab antigen hasil reaktif, langsung dibawa ke Asrama Haji, yang menjadi pusat penanganan warga yang positif, selama pelarangan mudik lebaran tahun ini.

    Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang hadir dalam gelar apel Operasi Ketupat Candi terus menyerukan agar warga menahan diri untuk tidak mudik.

    Bahkan untuk menekan penularan pada masa pandemi Covid 19 di Kota Solo yang sudah membaik, Gibran melarang ayahnya, Presiden Jokowi untuk tidak mudik ke Solo.

    Pemkot Surakarta bersamaan dengan pelarangan mudik lebaran juga telah memperpanjang PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) berbasis mikro, sejak Selasa,4 Mei- hingga 17 Mei.

    Usai apel, Polresta melaksanakan pemusanahan minuman keras hasil kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Sedikitnya ada 315 botol minuman alkohol berbagai merk dan 1315,8 liter miras jenis ciu. 

    Wali Kota Gibran bersama anggota Forkompimda,seperti Danrem 074/Wt, Komandan Kopassus Grup II, Dandim 0735/Surakarta, Kepala Pengadilan Negeri Surakarta dan unsur pimpinan lain ikut dalam pemusanahan. MI/Widjajadi

    (KHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id