foto
 

    Bantuan Rp2 Triliun Bikin Gaduh, Kapolda Sumsel Minta Maaf

    05 Agustus 2021 13:51 WIB
    Palembang: Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jendral Eko Indra Heri menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat terkait dana hibah Rp2 triliun dari almarhum Akidi Tio (warga asal Langsa, Aceh Timur, Provinsi Aceh) yang belum jelas keberadaannya.

    Permohonan maaf tersebut disampaikan Kapolda didampingi oleh Kepala Bidang Humas Komisaris Besar Supriyadi di gedung promoter Markas Polisi Daerah Sumatera Selatan, Palembang, Kamis, 5 Agustus 2021.

    "Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kapolri, Pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama dan tokoh adat termasuk Forkompinda Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem," kata dia.

    Ia mengakui, kesalahan ada pada dirinya secara pribadi karena tidak berhati-hati dalam memastikan donasi yang diproyeksikan untuk penanggulangan covid-19 Sumsel yang dimandatkan kepadanya tersebut sampai akhirnya menimbulkan kegaduhan.

    "Kegaduhan yang terjadi dapat dikatakan sebagai kelemahan saya sebagai individu. Saya sebagai manusia biasa memohon maaf, Ini terjadi akibat ke tidak hati-hatian saya," ujarnya. 

    Kegaduhan dana hibah tersebut bermula saat irinya dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy dan dokter keluarga almarhum Akidi Tio, Hardi Darmawan di rumah dinasnya, Jumat, 23 Juli 2021, untuk membicarakan pemberian donasi.

    "Saat itu saya sebagai kapolda hanya dipercayakan untuk menyalurkan bantuan ini uangnya diminta untuk dikawal transparansinya saja," ungkap dia.

    Namun karena menaruh kepercayaan terhadap inisiasi kemanusiaan tersebut, dirinya lantas tidak terlalu mendalami kepastiannya, sebab sudah diyakinkan uang tersebut tinggal diproses pencairannya saja. Hingga akhirnya sampai saat ini uang tersebut masih belum jelas keberadaannya dan berujung kepelikan bagi kedua belah pihak.

    Selain itu, Eko juga mengaku dirinya memang mengenal keluarga Akidi Tio, terutama anak sulungnya yakni Johan. "Sementara ibu Heriyanti saya tidak begitu kenal," " tandasnya. MI/Dwi Apriani

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id