foto
 

    KPK Tahan Mantan Direktur Teknik Garuda

    04 Desember 2020 19:15 WIB
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno (HDS). Dia terjerat kasus suap yang melibatkan mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

    "Untuk kepentingan penyidikan perkara baik TPK maupun TPPU, hari ini penyidik KPK melakukan penahanan," kata Deputi Penindakan Karyoto dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 4 Desember 2020.

    Tersangka Hadinoto ditahan untuk 20 hari ke depan di rumah tahanan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan. Sebelum ditahan, dia akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Kavling C1, Gedung ACLC KPK.

    Sebelumnya, KPK menetapkan (HDS) sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penetapan tersebut pengembangan dari kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia.

    "Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan pada 20 November 2020 dengan menetapkan HDS sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU)," ucap Karyoto.

    Tersangka Hadinoto diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP dan diduga melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. MI/Adam Dwi Putra

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id