foto
 

    Unik, Masjid Al Fattah Tasikmalaya Berbentuk Tiga Bangunan Ternama di Dunia

    29 April 2021 16:45 WIB
    Tasikmalaya: Sebuah masjid di Pondok Pesantren Idrisiyyah yang berada di Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat berbentuk bangunan ternama di dunia. 

    Ornamen bangunan masjid terinspirasi dari tiga masjid, yaitu Mesjid Al Aqsa untuk bagian kubahnya, Masjidil Haram untuk menaranya, dan interior serta eksteriornya meniru Masjid Nabawi.

    Bangunan masjid yang pertama dibangunnya pada tahun 1918 dipimpin oleh Syekh Akbar Abdul Fattah dan direnovasi tahun 1980 pada massa Syekh Akbar Muhammad Dahlan dan Syekh Muhammad Fathurohman berukuran 15 x 20 meter persegi hingga pada tahun 2014 membangun masjid di atas lahan seluas 33 x 33 meter. Pembangunan masjid besar selama itu dilakukan sejak tahun 2014 dan selesai di tahun 2017.

    Kepala Divisi Publik Relations Pesantren Tarekat dan sebagai Sekretaris Yayasan Al-Idrisiyyah, Sandra Yusuf mengatakan, sebuah bangunan Masjid yang dibangunnya itu identik dengan angka tiga dari mulai selesai selama 3 tahun, luas lahan 33 x 33 meter, tinggi menara 33 meter, 3 lantai, bentuknya mirip 3 masjid ternama di dunia dengan menghabiskan dana sebesar Rp 33 miliar.

    "Sebelum terjadinya pandemi Covid-19 untuk kapasitas bangunan itu mampu menampung 5.000 orang jemaah yang datang dari warga lokal maupun luar daerah. Akan tetapi, setelah pandemi kunjungan ke Masjid menurun secara drastis hingga mencapai 2.500 orang berasal dari luar dan untuk warga lokal tetap selalu memenuhinya," katanya, Kamis, 29 April 2021.

    Masjid Al-Fattah berada di Komplek Pondok Pesantren Idrisiyyah merupakan satu dari dua Masjid yang telah dibangunnya berbentuk tiga bangunan Masjid ternama bagi umat Muslim di Dunia. Karena, dari Bangunan tersebut ada kemiripan seperti Qubah dari bahan kuningan seperti Masjid Al-Aqso, menara mirip Masjidil Haram dan Interior serta exteriornya mengikuti Masjid Nabawi.

    Masjid Al Fattah Cidahu adalah masjid yang pertama dalam perjuangan Tarekat Idrisiyyah di bawah kepemimpinan Syekh Akbar Abdul Fattah dan sudah berusia 102 tahun semenjak didirikannya pada tahun 1918. 

    Memasuki bulan ramadan 1442 hijriah, Masjid Al Fattah Bajahzar selama ini selalu dijadikan tempat pelaksanaan dilakukan santri maupun warga mulai solat wajib, tarawih, tadarus dan hafidz Quran hingga protokol kesehatan selalu diterapkan agar seluruh santri maupun jemaah yang masuk komplek wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Namun, di depan gerbang sebelum memasuki halaman masjid dua orang satpam setiap harinya tetap melakukan pemeriksaan terhadap tamu yang datang. MI/Adi Kristiadi

    (KHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id