foto
 

    Edhy Prabowo Jalani Pemeriksaan Perdana Usai Ditahan

    26 November 2020 12:38 WIB
    Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP)  telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap ekspor benur lobster. Edhy Prabowo datang ke Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 26 November 2020 untuk menjalani pemeiksaan perdana usai ditahan.

    Edhy Prabowo tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 11.49 WIB. Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan tangan diborgol, Edhy Prabowo turun dari mobil dikawal dua polisi.

    Edhy Prabowo kemudian bergegas memasuki Gedung KPK. Dia hanya diam saja dan mengangguk sembari tertunduk saat ditanyai oleh wartawan. 

    Seperti diketahui, selain Edhy, KPK juga menahan empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Kelimanya ditahan di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta untuk 20 hari pertama sejak 25 November 2020 sampai 14 Desember 2020.
      
    Empat tersangka lainnya, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).
      
    KPK total menetapkan tujuh tersangka terkait kasus tersebut. Dua tersangka lainnya belum ditahan dan diimbau segera menyerahkan diri ke KPK, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM) dan
    Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).
      
    KPK dalam perkara ini menetapkan Edhy sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan 'forwarder' dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp9,8 miliar.
      
    Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang saat ini jadi penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACK yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp9,8 miliar.
      
    Selanjutnya pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp3,4 miliar.
      
    Uang Rp3,4 miliar itu diperuntukkan bagi keperluan Edhy, istrinya Iis Rosyati Dewi, Safri, dan Andreau antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy dan istrinya di Honolulu, AS. Belanja tersebut dilakukan pada 21 sampai dengan 23 November 2020.
      
    Sejumlah sekitar Rp750 juta di antaranya berupa jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, dan baju Old Navy. Selain itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga menerima USD100 ribu dari Suharjito melalui Safri dan Amiril. MI/Susanto

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id