comscore
foto

Jokowi Targetkan 360 Juta Bibit Pohon dari 30 Pusat Persemaian

10 Juni 2022 21:49 WIB
Jakarta: Presiden Joko Widodo menargetkan produksi 360 juta bibit pohon yang berasal dari 30 pusat persemaian dalam waktu tiga tahun.

"Target kita dalam 3 tahun ke depan ada kurang lebih 30 pusat persemaian atau nursery seperti yang kita lihat di Rumpin ini, dengan produksi setahun 10-12 juta, artinya kalau kita memiliki 30 pusat persemaian dalam setahun menghasilkan kira-kira 360 juta bibit atau benih," kata Presiden Jokowi saat menghadiri peluncuran Program Rehabilitasi Mangrove dan World Mangrove Center di Persemaian Rumpin, Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 10 Juni 2022.

Presiden Jokowi pun sejak tiga tahun lalu telah memerintahkan untuk membangun nursery atau pusat persemaian sebanyak-banyaknya. Mulai 2021, pemerintah membangun sekitar 7 lokasi pembibitan yaitu di Bogor, Jawa Barat; di Toba, Sumatera Utara; di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; dan Likupang, Sulawesi Utara.

"Kalau benihnya ada, kalau bibitnya ada, mau tidak mau barang ini harus kita tanam. Jadi bukan beberapa hektare yang akan kita kerjakan tapi berapa produksi bibit yang bisa kita produksi, baru di mana kita tanam bibit-bibit ini," ungkap Presiden.

Penanaman bibit-bibit tersebut menurut Presiden Jokowi dapat dilakukan di lahan kritis di daerah yang sering longsor.

"Atau di DAS, Daerah Aliran Sungai, terutama di hulunya dan ini sudah kita mulai, konkrit dan sudah kita mulai seperti di Ciliwung sudah," tambah Presiden.

Target rehabilitasi lahan mangrove  

Sedangkan terkait rehabilitasi lahan mangrove, Presiden Jokowi juga sudah memerintahkan agar hingga akhir 2024 paling tidak ada 600 ribu hektare lahan mangrove sudah direhabilitasi.

"Seperti yang juga sudah kita kerjakan untuk lahan gambut, ada di Provinsi Riau, ada di Provinsi Sumatera Utara, ada di Provinsi Kalimantan Utara ada di Provinsi Kalimantan Timur dan juga di Provinsi Bali karena kita tahu hutan mangrove bisa mereduksi, menyerap karbon, 4 kali lipat dibandingkan hutan biasa hutan hujan tropis biasa," tambah Presiden.

Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin sendiri berdiri di atas lahan seluas 159,58 hektare yang terdiri atas zona perbenihan, zona kelola masyarakat, zona diklat, dan zona koridor pengembangan usaha dengan kapasitas produksi sekitar 16 juta bibit.

Di lokasi tersebut tersedia sejumlah fasilitas seperti area rumah perkecambahan, area rumah produksi, hingga kolam air dan sedimen. Foto: BPMI Setpres

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id