foto
 

    Melihat Proses Evakuasi Korban Banjir Banyumas

    03 Desember 2020 14:32 WIB
    Banyumas: Relawan dan Tim SAR mengevakuasi warga di perbatasan antara Kecamatan Banyumas dan Somagede di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, 3 Desember 2020.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti menyatakan, banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Serayu dan Klawing melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

    "Lokasi yang tergenang banjir cukup banyak terutama di wilayah yang dekat dengan aliran Sungai Serayu. Kami masih melakukan pendataan," katanya.

    Ia mengatakan berdasarkan data sementara, banjir akibat luapan Sungai Serayu tersebut menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Kalibagor, Somagede, Patikraja, dan Rawalo. Sementara banjir di Kecamatan Kembaran, disebabkan oleh luapan Sungai Pelus yang merupakan Anak Sungai Serayu.

    "Bahkan, di Kecamatan Kembaran ada jembatan yang ambrol. Selain itu, sebuah jembatan di Kecamatan Purwojati juga dilaporkan putus," katanya.

    Titik mengatakan tinggi genangan air di setiap lokasi bervariasi pada kisaran 30-100 centimeter. "Mungkin di beberapa lokasi sudah mulai surut," katanya.

    Menurut dia, bencana banjir yang terjadi sejak Kamis, 3 Desember 2020 dini hari itu mengakibatkan pengungsian warga di sejumlah lokasi.

    Selain banjir, kata dia, bencana longsor juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Banyumas, salah satunya Kecamatan Gumelar.

    Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas membuat beberapa lokasi di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya dilanda banjir.

    Ia mengatakan berdasarkan catatan curah hujan pada tanggal 3 Desember 2020 di Kaligondang (Purbalingga) tercatat sebesar 175 milimeter, Sumbang (Banyumas) 172 milimeter, Sudagaran (Banyumas) 133 milimeter, Baturaden (Banyumas) 126 milimeter, Pejawaran (Banjarnegara) 108 milimeter, Pandanarum (Banjarnegara) 110 milimeter, dan Wanayasa (Banjarnegara) 115 milimeter.

    "Ke depan masih harus waspada terhadap curah hujan sangat lebat dan cenderung ekstrem," katanya.MI/Liliek Darmawan

    (KHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id