foto
 

    Rusia Berduka Atas Meninggalnya Puluhan Penambang

    27 November 2021 17:41 WIB
    Jakarta: Rusia pada hari Jumat, 26 November 2021, berkabung setelah sebanyak 51 penambang meninggal dalam kecelakaan tambang batubara Siberia, meskipun penemuan seorang pekerja penyelamat yang diduga tewas dipuji sebagai keajaiban.

    Bendera berkibar setengah tiang di luar gedung-gedung resmi di Kemerovo, sementara kerabat para korban menangis di luar lokasi tambang yang tertutup salju. "Saya tidak bisa melanjutkan," kata seorang wanita, ketika keluarga berkumpul di suhu di bawah nol derajat. 

    Kecelakaan pada hari Kamis, 25 November 2021 terjadi di tambang Listvyazhnaya di wilayah pertambangan Kemerovo setelah asap memenuhi lokasi pasca-ledakan gas. 

    Setelah awalnya melaporkan bahwa enam penyelamat telah meninggal dalam upaya untuk mencapai penambang, para pejabat mengatakan bahwa satu di antaranya telah ditemukan hidup, setelah menghabiskan malam di tambang dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

    Penjabat menteri darurat Alexander Chupriyan menyebut kelangsungan hidup petugas medis Alexander Zakovryashin sebagai keajaiban dan memberikan penghormatan kepada mereka yang telah meninggal. 

    "Penyelamat, sama seperti penambang, melakukan tugas mereka sampai akhir," katanya, dan menambahkan bahwa nama mereka akan tetap diingat selamanya.

    Kecelakaan tambang tersebut dilaporkan yang terburuk di Rusia dalam lebih dari satu dekade. Para pejabat mengatakan tampaknya kecelakaan itu disebabkan oleh ledakan metana. Penyelidik tengah meluncurkan serangkaian investigasi atas kemungkinan pelanggaran keselamatan, sementara manajer senior di fasilitas itu diamankan untuk dimintai keterangan.

    Seorang mantan pekerja di tambang, Denis Timokhin, mengatakan kepada saluran TV independen Dozhd bahwa pelanggaran keselamatan sering terjadi di fasilitas tersebut, menuduh manajemen memaksa penambang untuk bekerja meskipun konsentrasi metana tinggi.

    "Kalau tidak mau bekerja, berhentilah," katanya menirukan manajemen. "Tidak ada protokol keamanan, semua sensor dicolokkan dengan tas." AFP PHOTO/Sputnik/Rostislav Netisov/Dmitry Astakhov

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id