foto
 

    Filipina Setujui 'Beras Emas' Transgenik Dipoduksi Komersial

    23 Juli 2021 17:24 WIB
    Manila: Filipina pada hari Jumat, 23 Juli 2021, menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui produksi komersial 'beras emas' yang dimodifikasi secara genetik. Beras emas tersebut diharapkan para ahli akan memerangi kebutaan pada masa kanak-kanak dan menyelamatkan nyawa di negara berkembang.

    "Izin keamanan hayati yang dikeluarkan oleh regulator pemerintah membuka jalan bagi beras - yang diperkaya dengan vitamin A-prekursor beta-karoten untuk membuatnya lebih bergizi - untuk ditanam oleh petani di seluruh negeri," kata pengembangnya.

    "Ini adalah langkah yang sangat signifikan untuk proyek kami karena itu berarti bahwa kami telah melewati fase regulasi ini dan beras emas akan dinyatakan aman seperti beras biasa," kata Russell Reinke dari International Rice Research Institute (IRRI) yang berbasis di Filipina. 

    "Langkah selanjutnya adalah mengambil beberapa kilo benih kami dan memperbanyaknya... sehingga dapat dibuat lebih luas", katanya.

    IRRI telah menghabiskan dua dekade bekerja dengan Departemen Pertanian-Lembaga Penelitian Beras Filipina untuk mengembangkan beras emas -- dinamai karena warnanya yang kuning cerah.

    "Ini adalah padi rekayasa genetika pertama yang disetujui untuk perbanyakan komersial di Asia Selatan dan Tenggara," kata para pejabat Jumat.

    Beras emas telah menghadapi perlawanan kuat dari kelompok lingkungan yang menentang tanaman pangan yang diubah secara genetik. Setidaknya satu lapangan uji di Filipina diserang oleh para aktivis.

    "Jumlah terbatas benih dapat mulai didistribusikan ke petani Filipina di provinsi terpilih tahun depan, kata Reinke.

    Beras biasa, makanan pokok bagi ratusan juta orang khususnya di Asia, menghasilkan beta-karoten dalam tanaman, tetapi tidak ditemukan dalam biji-bijian.

    "Satu-satunya perubahan yang kami buat adalah memproduksi beta-karoten dalam biji-bijian," kata Reinke.

     "Petani akan dapat menanamnya dengan cara yang persis sama seperti varietas biasa...tidak memerlukan pupuk tambahan atau perubahan dalam manajemen dan disertai dengan manfaat nutrisi yang lebih baik."

    Vitamin A sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal, berfungsinya sistem kekebalan tubuh, dan penglihatan.

    Data Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan kekurangan vitamin A menyebabkan hingga 500.000 kasus kebutaan anak setiap tahun, dengan setengah dari mereka meninggal dalam waktu 12 bulan karena kehilangan penglihatan.

    Menurut IRRI, hampir 17 persen anak di bawah usia lima tahun di Filipina kekurangan vitamin A.

    "Kami selalu mengatakan bahwa kami akan menyediakan 30-50 persen dari perkiraan kebutuhan rata-rata (vitamin A), dan ketika Anda menambahkan bahwa apa yang ada dalam makanan Anda mendorong seluruh kelompok populasi dari kekurangan menjadi kecukupan, "ucap Reinke.

    Beras emas dianalisis oleh regulator keamanan pangan di Australia, Amerika Serikat dan Kanada dan diacungi jempol, katanya, tetapi belum disetujui di negara-negara ini untuk produksi komersial.

    Itu juga sedang ditinjau oleh regulator di Bangladesh. AFP PHOTO/International Rice Research Institute

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id