comscore
foto
 

    Tolak Dukung Kudeta, PM Sudan Ditahan Militer

    25 Oktober 2021 16:30 WIB
    Khartoum: Angkatan bersenjata menahan Perdana Menteri Sudan Abdallah Hamdok karena dinilai menolak untuk mendukung kudeta pada Senin, 25 Oktober 2021. Militer juga menangkap sejumlah pemimpin Sudan lainnya.

    Peristiwa itu dilaporkan oleh saluran televisi Al Hadath, yang mengutip sumber-sumbernya tanpa menyebutkan nama mereka. Kebenaran laporan tersebut masih belum bisa dipastikan secara independen.

    Sumber-sumber di kalangan keluarga mengatakan bahwa satu pasukan militer juga menyerbu kediaman penasihat media PM Hamdok. Sang penasihat media kemudian ditahan oleh pasukan tersebut.

    "Anggota sipil dari dewan kedaulatan transisi dan sejumlah menteri dari pemerintah transisi telah ditahan oleh pasukan gabungan militer," kata Kementerian Informasi. "Mereka telah dibawa ke lokasi yang tidak diketahui"

    Layanan internet terputus di seluruh negeri dan jalan utama serta jembatan yang menghubungkan dengan ibu Kota Khartoum ditutup.

    Dari Khartoum dilaporkan bahwa pasukan militer menangkap beberapa anggota kepemimpinan sipil Sudan pada Senin pagi.

    Penangkapan terjadi saat sebuah kelompok prodemokrasi terkemuka mengimbau masyarakat Sudan agar turun ke jalan untuk berdemonstrasi menentang kudeta militer. Sementara militer Sudan belum memberikan komentar.

    Al Hadath TV mengutip beberapa sumber yang mengatakan bahwa, selain menempatkan Hamdok menjadi tahanan rumah, pasukan militer tak dikenal juga menangkap empat menteri kabinet dan satu anggota sipil dari dewan kedaulatan yang berkuasa.

    Sejak ada percobaan kudeta pada September, Sudan berada di ujung tanduk. Upaya kudeta itu memicu aksi saling tuding antara militer dan kelompok-kelompok sipil, yang sebelumnya akan berbagi kekuasaan pascakejatuhan Presiden Sudan Omar al-Bashir pada 2019.

    Bashir terguling dari kursi kepemimpinan setelah demonstrasi berlangsung selama berbulan-bulan. Kesepakatan soal transisi politik, yang dicapai pascakejatuhan Bashir, diniatkan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilihan umum pada akhir 2023. AFP PHOTO/Ashraf Shazly

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id