comscore
foto

Foto: Jembatan Terpanjang di Bangladesh Diresmikan

25 Juni 2022 17:45 WIB
Jakarta: Bangladesh, Sabtu, 25 Juni 2022, membuka sebuah jembatan penting di dekat ibu kota Dhaka, setelah konstruksi panjang yang terganggu oleh penundaan, tuduhan korupsi, dan bahkan hukuman mati tanpa pengadilan, yang dipicu oleh desas-desus tentang pengorbanan manusia.

Peresmian Jembatan Serbaguna Padma - terpanjang di negara itu - menjadi tujuan utama infrastruktur oleh Perdana Menteri Sheikh Hasina dalam hampir delapan tahun sejak konstruksi dimulai.

Infrastruktur ini mengakhiri kemacetan ekonomi yang mengharuskan angkutan yang ditujukan ke selatan negara yang dilanda kemiskinan dan kota besar Kolkata di India dengan kapal di Sungai Padma, anak Sungai Gangga.

"Jembatan ini bukan hanya batu bata, semen, besi, dan beton. Jembatan ini adalah kebanggaan kami, simbol kapasitas, kekuatan, dan martabat kami," kata Hasina di hadapan hampir satu juta orang yang berkumpul di sepanjang tepi sungai saat upacara pembukaannya.

Tetapi proyek itu juga dibebani oleh asosiasi lain yang lebih menjengkelkan bahkan sebelum pekerjaan dimulai.

 Bangladesh mendanai proyek senilai USD3,87 miliar itu sendiri setelah tuduhan korupsi membuat Bank Dunia dan pemberi pinjaman lainnya menarik dananya.

Perusahaan teknik Kanada SNC-Lavalin dilarang menawar proyek Bank Dunia selama satu dekade setelah dituduh menyuap pejabat terkait proyek tersebut.

Jaksa di Kanada akhirnya menolak untuk mengajukan tuntutan korupsi terhadap eksekutif perusahaan setelah pengadilan memutuskan beberapa bukti penyadapan terhadap mereka tidak dapat diterima.

Para insinyur mengatakan tantangan pembangunan untuk proyek itu sangat besar karena pendangkalan membuat dasar sungai Padma tidak stabil, sehingga sulit untuk menempatkan bentang dan membantu mempercepat tanggal penyelesaian jembatan hingga empat tahun.

Dan pada 2019, delapan orang tewas dalam aksi main hakim sendiri yang dipicu oleh rumor media sosial tentang anak-anak yang diculik dan dikorbankan sebagai persembahan untuk pembangunan jembatan tersebut.

Lebih dari 30 lainnya diserang sehubungan dengan desas-desus, sebagian besar tersebar di Facebook, yang mengatakan bahwa kepala manusia diperlukan untuk membantu menyelesaikan proyek tersebut. AFP PHOTO/Bangladesh Prime Minister's Office

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id