foto
 

    Warga Senegal Kembali Salat di Masjid Setelah Pembatasan Dilonggarkan

    16 Mei 2020 08:29 WIB
    Dakar: Beberapa masjid di Senegal kembali dibuka pada Jumat, 15 Mei 2020 waktu setempat, setelah Pemerintah melonggarkan pembatasan karena virus korona. 

    Presiden Senegal Macky Sall mengatakan bahwa umat Muslim dapat kembali menggelar salat berjamaah di masjid, asalkan mematuhi protokol kesehatan, salah satunya menjaga jarak (physical distancing).

    Lebih dari 90 persen penduduk Senegal yang berjumlah 16 juta jiwa adalah Muslim. Mereka sangat antusias menyambut pelonggaran tersebut.

    Di Ibu Kota Dakar, ribuan jemaah berbondong-bondong ke Masjid Massalikul Jinaan - yang merupakan salah satu yang terbesar di Afrika Barat.

    Juru bicara Masjid Mor Daga Sylla menyatakan bahwa umat Muslim yang akan salat berjemaah harus  mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak satu meter satu sama lain. "Kami tidak kenal kompromi," katanya.

    Pemandangan serupa juga terjadi di pinggiran Dakar, Mbao. Masjid-masjid setempat menyediakan air dan sabut untuk cuci tangan, sementara mayoritas jemaah mengenakan masker.

    Tetapi tidak semua masjid di Senegal dibuka. Masjid-masjid besar di Dakar, seperti Masjid Agung Dakar dan Masjid Cheikh Oumar Foutiyou, tetap tutup dengan alasan risiko kesehatan.

    Pihak berwenang Senegal telah mencatat 2.310 kasus positif covid-19 hingga saat ini, termasuk 25 kematian. AFP PHOTO/John Wessels

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id