comscore
foto

Saat Puluhan Mumi Diarak Lewati Ibu Kota Mesir

04 April 2021 14:30 WIB
Kairo: Parade akbar membawa 22 mumi kerajaan Mesir kuno dalam kapsul khusus melewati ibu kota Kairo pada Sabtu, 3 April 2021 ke rumah museum baru, di mana mereka dapat ditampilkan dengan kemegahan yang lebih besar.

Konvoi tersebut mengangkut 18 raja dan empat ratu, sebagian besar dari Kerajaan Baru, dari Museum Mesir di Lapangan Tahrir Kairo tengah menuju Museum Nasional Peradaban Mesir di Fustat, sekitar 5 km (3 mil) ke tenggara. Pawai juga menampilkan mumi Ramses II, Seti I, dan Ahmose-Nefertari.

Fustat, rumah dari museum baru, adalah situs ibu kota Mesir di bawah Dinasti Umayyah setelah penaklukan Arab.

Pihak berwenang menutup jalan di sepanjang Sungai Nil untuk upacara, yang dirancang untuk membangkitkan minat pada koleksi barang antik Mesir yang kaya ketika pariwisata hampir seluruhnya terhenti karena pembatasan terkait covid-19.

Saat mumi kerajaan tiba di museum, yang secara resmi diresmikan pada Sabtu, meriam menembakkan 21 senjata penghormatan.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi berdiri saat mumi melewati kendaraan yang dihiasi motif firaun emas.

Sementara Kepala Badan Kebudayaan PBB UNESCO dan Organisasi Pariwisata Dunia juga hadir dalam upacara tersebut.

"Setiap mumi telah ditempatkan dalam kapsul khusus yang diisi dengan nitrogen untuk memastikan perlindungan," kata arkeolog Mesir Zahi Hawass.

Mumi-mumi itu diangkut dengan kendaraan yang dirancang untuk menggendongnya dan memberikan stabilitas.  

"Kami memilih Museum Peradaban karena kami ingin, untuk pertama kalinya, menampilkan mumi secara beradab, terpelajar, dan bukan untuk hiburan seperti di Museum Mesir," kata Hawass.

"Dengan melakukannya seperti ini, dengan kemegahan dan keadaan yang luar biasa, mumi mendapatkan haknya," kata Ahli Mesir Kuno Salima Ikram dari American University di Kairo.

"Ini adalah raja-raja Mesir, ini adalah para firaun. Jadi, ini adalah cara untuk menunjukkan rasa hormat."

Para arkeolog menemukan mumi dalam dua kelompok di kompleks kuil kamar mayat Deir Al Bahari di Luxor dan di Lembah Para Raja di dekatnya dari tahun 1871.

Yang tertua adalah Seqenenre Tao, raja terakhir dari Dinasti ke-17, yang memerintah pada abad ke-16 SM dan diperkirakan mengalami kematian yang kejam. AFP PHOTO/Mahmoud Khaled/Khaled Desouki


(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id