grafis
 

    Mengenal Dampak Berbahaya Merkuri melalui Konvensi Minamata

    28 Oktober 2021 08:20 WIB
    INDONESIA saat ini menjadi tuan rumah Konvensi Minamata yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali. Konvensi Minamata atau yang disebut COP-4 merupakan agenda internasional yang membahas bahaya limbah merkuri. Indonesia merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi Konvensi Minamata dalam Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN PPM).

    Tujuan pembentukan RAN PPM sebagai ratifikasi dari penandatanganan Konvensi Minamata ialah mengurangi dampak berbahaya dari limbah merkuri. Dalam RAN PPM terdapat empat bidang yang menjadi prioritas dari pemerintah, yakni manufaktur, pertambangan emas skala kecil (PESK), kesehatan, dan energi. Penggunaan merkuri yang cukup besar dalam bidang itu menjadikan empat bidang tersebut mendapatkan prioritas dalam RAN PPM.

    Keseriusan pemerintah dalam pengurangan merkuri juga terus berlanjut. Sampai saat ini terdapat enam provinsi dan enam kabupaten/kota yang telah memiliki dokumen RAD PPM sebagai turunan dari RAN PPM. Hal itu dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk merkuri bagi lingkungan dan kesehatan. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id