grafis
 

    Daftar Pinjaman Online Ilegal Hingga 3 Juni 2020

    08 Juli 2020 16:52 WIB
    Jakarta: Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kepolisian RI (Polri) memberantas 105 fintech peer to peer lending alias pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar dan berizin. Pinjol abal-abal tersebut menjamur dengan memanfaatkan sulitnya situasi ekonomi imbas pandemi covid-19.
     
    "Mereka mengincar masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif. Padahal pinjaman fintech ilegal ini sangat merugikan masyarakat," kata Ketua SWI Tongam Lumban Tobing dalam keterangannya yang dikutip Senin, 6 Juli 2020.
     
    Tongam menjelaskan penawaran pinjaman dari peer to peer lending ilegal sangat berbahaya karena bisa memeras masyarakat. Biasanya oknum bodong tersebut tidak terdaftar pada regulator dan sangat mudah memberikan pinjaman.

    Pinjaman online ilegal akan menetapkan bunga tinggi, fee tinggi, dan tenor yang singkat. Bahkan, mereka meminta akses kontak handphone yang bisa dihubungi jika nasabah telat membayar.
     
    "Fintech ilegal itu mengambil celah tanpa tujuan membantu masyarakat. Seolah-olah membantu tapi justru menjerumuskan masyarakat dengan bunga tinggi, fee tinggi, dan teror. Mereka mengincar yang sulit ekonomi, yang butuh uang untuk kebutuhan pokok atau konsumtif," tuturnya.
     
    Berikut daftar 105 pinjaman online yang tidak terdaftar atau berizin dari OJK tersebut:

    (AEQ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id