grafis
 

    Atur Mobilitas Cegah Penyebaran

    08 Mei 2021 11:58 WIB
    Jakarta: Masuknya varian virus covid-19 dari luar negeri ke Indonesia telah menyebar di berbagai daerah. Temuan itu perlu disikapi pemerintah dengan meningkatkan upaya penanganan pandemi dengan mengeluarkan kebijakan pengetatan mobilitas pelaku perjalanan, baik di dalam maupun dari luar negeri.

    “Jika mutasi virus dibiarkan, akan semakin banyak varian covid-19 yang muncul dan berpotensi berdampak buruk dalam upaya pengendalian covid-19,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam keterangan resmi, Jumat, 7 Mei 2021.

    Pembiaran mutasi virus akan berdampak pada meningkatnya laju penularan akibat terjadinya perubahan pada karakteristik virus dan akan juga mengubah sifat biologisnya. Selain itu, menurunkan efektivitas vaksin karena umumnya vaksin dikembangkan dengan jenis virus yang spesifik. “Itu juga dapat menurunkan akurasi testing karena lokasi-lokasi mutasi atau hotspot yang berbeda-beda pada setiap varian sehingga dapat menurunkan kualitas PCR yang memiliki target mutasi virus yang spesifik,” sebutnya.

    World Health Organization (WHO) telah mengklasifikasi jenis mutasi, yaitu varian of concern, seperti B117, B1357 B11281 atau P1 dan varian of interest yang belum disebutkan sebelumnya.

    “Kembali saya mengingatkan bahwa virus tidak mengenal batas teritorial dan setiap negara saling terhubung. Oleh karena itu, salah satu upaya mengendalikan varian virus, khususnya yang sudah pasti meningkatkan infeksi ialah dengan mengatur mobilitas luar negeri,” jelasnya.

    Jika melihat berdasarkan data dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan, terdapat 10 negara asal kedatangan dengan kasus positif terbanyak dalam periode 28 Desember 2020 sampai dengan 3 Mei 2021.

    “Ke depannya kita terus melakukan berbagai intevensi pencegahan demi pengendalian covid-19 yang baik. Tidak hanya mengatur mobilitas perjalanan, tetapi juga meningkatkan upaya whole genome sequencing (WGS). Peningkatan kualitas dan inovasi pada pelayanan kesehatan dan alternatif pengobatan,” pungkas Prof Wiku.

    Jangan lengah 
    Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menegaskan bahwa upaya penanganan dan pengendalian covid-19 tidak boleh mengenal kata lengah sebab dapat menyebar dengan cepat dan berakibat fatal apabila tidak hati-hati.

    “Kita jangan lengah, kita jangan anggap enteng covid-19 ini. Covid-19 ini kasusnya tiba-tiba meledak nanti kalau kita tidak hati-hati,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama jajaran Pemprov Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, kemarin.

    Doni mencontohkan peningkatan kasus covid-19 yang sangat signifikan pada Agustus-September 2020 di Jakarta setelah momentum libur panjang.
     
    Oleh sebab itu, Doni meminta kepada masyarakat untuk memahami dan bersabar atas keputusan politik yang diambil Pemerintah demi melindungi segenap masyarakat di Tanah Air. “Jadi, mohon maaf yang punya niat mudik tidak bisa terlaksana pada tahun ini. Mohon bersabar karena ini keputusan politik negara dan ini juga tidak mudah. Namun, ini ialah upaya bangsa kita melindungi masyarakatnya,” kata Doni. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id