grafis
 

    Lebih Waspada, Klaster Baru Bermunculan

    30 April 2021 09:31 WIB
    KASUS infeksi dalam kelompok kembali marak. Masyarakat harus lebih ketat menerapkan disiplin protokol kesehatan dalam kegiatan keagamaan selama Ramadan.

    Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dua kelompok terinfeksi berasal dari dua kegiatan keagamaan. Di Desa Kemloko, Kecamatan Kranggan, sembilan orang positif setelah merayakan Paskah dan di Desa Caruban, Kecamatan Kandangan, 11 orang positif dalam kegiatan sadranan menjelang Ramadan.

    “Kami masih menunggu hasil tes usap terhadap 70 warga yang melakukan kontak erat dengan warga yang sudah positif. Ada kecenderungan kasus baru covid-19 menyebar ke desa tetangga, yakni Ketuwon, Dakaran, dan Kertosari,” aku Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo.

    Dua klaster muncul di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Keduanya merupakan jemaah salat tarawih di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dan Tanggeran, Kecamatan Somagede. Dari dua tempat itu ada 51 warga terinfeksi covid-19.

    “Meski ada klaster di salat tarawih, pemerintah masih mengizinkan kegiatan itu. Namun, kami akan benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” janji Bupati
    Achmad Husein.

    Masih di Jawa Tengah, tiga klaster baru di Kabupaten Semarang membuat 41 warga terkonfi rmasi positif. “Klaster nyaderan ada 20 orang, kenduri 11 orang, dan dari sekolah 20 orang. Kami menyiapkan rumah singgah baru untuk mengisolasi pasien karena rumah singgah di Balai Latihan Kesehatan sudah menampung 10 pasien dan di Hotel Getasan ada 31 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ani Raharjo.
     
    Di Padang, Sumatra Barat, kasus harian sempat turun pada Desember 2020-Maret. Namun, sejak awal April, terjadi peningkatan. Salah satu pemicunya ialah klaster sekolah berasrama Ar Risalah. 

    “Kami sudah melakukan tes usap terhadap 1.500 siswa dan pengasuh. Pada tahap pertama, dari 614 yang dites, 122 siswa dan 3 tenaga pendidik dinyatakan positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ferimulyani Hamid.

    Fakta bahwa masyarakat kendur menerapkan protokol kesehatan dilihat sendiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani. Ia mengaku memasuki sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

    “Saya menemukan banyak pedagang yang tidak mau memakai masker lagi. Di banyak pasar, saya juga tidak menemukan tempat cuci tangan,” tandasnya. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id