grafis
 

    Bisa Tarawih lagi di Masjid

    07 April 2021 08:41 WIB
    MESKI dilarang mudik, tahun ini warga mendapat keleluasaan untuk menjalankan rangkaian ibadah di bulan Ramadan. Sejumlah kepala daerah mendukung warga menggelar salat tarawih di masjid dan musala.

    Ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi warga karena tahun lalu, kebanyakan pintu masjid dan musala ditutup untuk salat tarawih dan salat berjemaah lainnya. 

    “Tahun ini, pemerintah mengizinkan salah tarawih di masjid dan musala. Namun, kami mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan,” tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Selasa, 6 April 2021.

    Protokol yang harus ditaati, di antaranya pembatasan jumlah jemaah dibatasi hanya 50% dari kapasitas tempat ibadah. Warga wajib jaga jarak dan tetap mengenakan masker.

    Selain salat tarawih di masjid, pemprov juga tidak melarang warga berjualan penganan untuk berbuka puasa. “Sekali lagi, tetap patuhi protokol kesehatan,” lanjutnya.

    Diizinkannya salat tarawih di tempat ibadah juga disambut Ketua Pengurus Tanfi dziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas. “Namun, semua kegiatan di tengah Ramadan harus tetap mengusung protokol kesehatan.” 

    Ramadan juga jadi berkah bagi warga yang sudah rindu ke Tanah Suci. Kemarin, pemerintah Arab Saudi mengumumkan warga yang sudah tuntas divaksinasi covid-19 diperkenankan menjalankan ibadah umrah sepanjang tahun. “Dimulainya sejak Ramadan,” tulis rilis dari Kementerian Haji dan Umrah Arab
    Saudi itu.

    Satgas di masjid
    Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga menyambut keleluasaan yang diberikan pemerintah. Namun, ia meminta anak buahnya menyiapkan satgas covid-19 di setiap musala dan masjid.

    “Harus ada satgas dibentuk di musala dan masjid. Ketika salat tarawih dijalankan, mereka juga harus mengawasi masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

    Satgas, lanjut mantan Menteri Sosial itu, dibutuhkan agar pengawasan lebih mudah. Keberadaan mereka juga membuat tindakan cepat jika ada masalah. “Jatim kini mulai melandai. Kami tidak mau kasus baru melonjak lagi,”
    tegas Khofifah.

    Meski masih waswas, Wali Kota Malang Sutiaji juga mendukung kebijakan pemerintah. “Kami belum zero. Namun, salat tarawih di tempat ibadan didukung dengan tetap berhati-hati dan mematuhi protokol kesehatan.”

    Syarat yang sama juga dilontarkan Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Saya tidak menghalang-halangi. Namun, tetap mensyaratkan 5M ditaati masyarakat,” tegas Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

    5M ialah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi. “Saya tidak akan mengatur banyak. Namun, saya ingin warga tidak jadi korban kebijakan,” tambahnya.

    Gubernur Herman Deru juga mendukung. Meski daerahnya menjadi salah satu dari 20 daerah yang baru menerapkan PPKM mikro, salat tarawih di masjid tetap diizinkan. “Kami tidak akan melarang. Masyarakat taat protokol kesehatan dan pengurus masjid juga siap dengan fasilitas yang membuat jemaah aman dan sehat.” Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id