grafis
 

    Masalah Pengelolaan Limbah Medis di Tengah Pandemi

    08 Juli 2021 09:40 WIB
    PANDEMI Covid-19 kembali meningkat di Indonesia. Peningkatan ini terjadi di berbagai daerah diikuti dengan mulai dipadatinya fasilitas layanan kesehatan. Peningkatan kembali Covid-19 di Indonesia menimbulkan permasalahan lain yang harus diperhatikan, yaitu banyaknya timbunan limbah medis.

    Limbah medis ialah segala jenis sampah yang mengandung bahan infeksius (atau bahan yang berpotensi infeksius). Peningkatan limbah medis terlihat dari data KLHK sepanjang Maret 2020-28 Juni 2021, jumlah limbah medis di Indonesia mencapai 12.619.337 ton. Sumbangan limbah medis dari fasilitas layanan kesehatan mencapai 158,5 ton per hari, sedangkan sumbangan limbah medis rumah tangga periode April-Desember 2020 mencapai 1.538 kg. Sumbangan ini didominasi APD, masker, dan sarung tangan.

    Perkiraan jumlah limbah medis per hari di Indonesia selama pandemi sekitar 382 ton. Fasilitas pengelolaan limbah medis di Indonesia saat ini diperkirakan dapat mengelola hingga 458,5 ton/hari. Pemerintah sendiri terus mengimbau masyarakat agar pengelolaan limbah medis dipisahkan dan dikelola secara khusus pada tempat penyimpanan sementara (TPS) bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal ini dilakukan agar pengelolaan limbah medis dapat terkendali dan tidak menimbulkan bahaya penyebaran virus. Dok. Media Indonesia

    (KHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id