comscore
grafis

Cadangan Devisa Naik, Sinyal Baik Perekonomian

07 Maret 2021 11:15 WIB
KENAIKAN cadangan devisa Indonesia merupakan sinyal baik bagi perekonomian, terutama dari sisi moneter. Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan cadangan devisa Indonesia dari US$138 miliar pada akhir Januari 2021 menjadi US$138,8 miliar pada akhir Februari 2021.

“Dengan peningkatan cadangan devisa tersebut, menjadi buffer bagi investor asing yang akan membatasi capital outflow jika terjadi sentimen yang kurang positif dari pasar keuangan global. Diperkirakan cadangan devisa akan berada di kisaran $140 miliar-$142 miliar hingga akhir 2021,” ungkap Kepala Ekonomi Permata Bank, Josua Pardede ketika dihubungi, Sabtu, 6 Maret 2021.

Lebih lanjut, Josua menambahkan, cadangan devisa tetap meningkat di tengah arus keluar modal asing dari pasar obligasi sebesar US$1,06 miliar. Arus keluarnya investor asing dari pasar obligasi tersebut, menurutnya, disebabkan respons investor terhadap kenaikan yield dari US Treasury (UST) senilai 34 bps sejak pertengahan Februari.

“Tren arus modal keluar pada Februari 2021 diperkirakan ter-offset oleh pinjaman bilateral/multilateral yang dilakukan pemerintah sehingga secara total, cadangan devisa masih mampu tumbuh. Selain melalui pinjaman pemerintah, kenaikan cadangan devisa juga ditopang penerimaan pajak,” kata Josua.

Ke depannya, lanjut Josua, arus modal di pasar keuangan masih menjadi faktor dominan pada arah kebijakan devisa sehingga cadangan devisa diperkirakan bergerak dinamis sepanjang tahun.

“Meskipun dalam dua minggu belakangan terdapat arus keluar, potensi akan kembalinya investor ke pasar Indonesia masih tinggi, terutama akibat adanya proyeksi pemulihan ekonomi di paruh kedua 2021,” pungkasnya.

Stabilitas rupiah
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, peningkatan cadangan devisa itu telah memberikan keyakinan bahwa BI dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Posisi cadangan devisa yang tinggi memberikan confident bahwa BI bisa menjaga stabilitas rupiah,” ujarnya, kemarin.

Lebih lanjut, Piter memperkirakan posisi cadangan devisa Indonesia akan terus terjaga, bahkan cenderung meningkat sepanjang 2021.

Selain itu, dia menjelaskan sumber cadangan devisa utamanya ialah utang luar negeri pemerintah termasuk penerbitan obligasi global, bagi hasil konsesi pertambangan, dan penjualan valas oleh swasta ke BI.

“Umumnya (penyebab peningkatan cadangan devisa) yang terjadi ialah utang luar negeri pemerintah dan penerbitan obligasi global,” katanya.

Piter memperkirakan kenaikan cadangan devisa Indonesia selama Februari 2021 lebih disebabkan dua faktor tersebut, yakni utang luar negeri pemerintah dan penerbitan obligasi global.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi cadangan devisa itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tutur Erwin. dok Media Indonesia

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id