grafis
 

    Puasa tak Hambat Pembentukan Antibodi

    16 April 2021 08:18 WIB
    VAKSINASI saat puasa tidak menghalangi proses pembentukan antibodi tubuh meskipun kondisi saat berpuasa dianggap lebih lemah daripada biasanya. 

    Sebaliknya, antibodi justru meningkat dengan berpuasa. Hal tersebut disampaikan pakar imunisasi Dr Gatot Soegiarto SpPD K-AI dalam diskusi daring bertajuk Amankah Vaksinasi saat Berpuasa? yang digelar Rabu, 14 April 2021.

    “Hasil penelitian menyebut jika seseorang menjalani puasa setidaknya 8 jam, jumlah nutrisi dalam darah yang mengalami penurunan yang membuat zat toksik dalam tubuh dibersihkan,” kata Gatot. 

    Ia menambahkan, berpuasa membuat sel yang berperan membentuk antibodi menjadi aktif. Jika vaksinasi dilakukan saat puasa, tidak akan menghalangi pembentukan daya tahan tubuh.

    “Sehingga kalau ada pertanyaan vaksinasi di bulan puasa ini merugikan atau tidak, tentu jawabnya tidak. Dengan berpuasa pembentukan antibodi tidak terganggu, justru malah antibodi meningkat,” ujar dia.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua IDI Wilayah Aceh Dr dr Safrizal Rahman SpOT MKes mengatakan, vaksinasi tetap berjalan pada bulan Ramadan. Meski demikian, ia mengakui, ada penurunan jumlah orang yang datang untuk divaksinasi. 

    Saat ini peserta yang datang untuk divaksinasi siang hari umumnya ialah yang sudah menyelesaikan tahap pertama dan tinggal melaksanakan tahap kedua.

    Dia menyebut, penurunan jumlah tersebut bukan karena masyarakat khawatir soal vaksinasi membatalkan puasa atau tidak. Apalagi sudah ada fatwa MUI yang menegaskan vaksinasi tidak membatalkan puasa.

    Namun, lebih pada dampak yang ditimbulkan vaksin yang dilakukan dalam bulan puasa. “Misalnya, badan lemas setelah divaksinasi,” ujarnya.

    Terkait dengan hal ini, Gatot menjelaskan, efek samping yang membuat badan lemas setelah vaksinasi memang ada. Namun, angkanya sangat kecil sekali, yakni sekitar 0,5%-2% dari yang melakukan vaksin sehingga seharusnya tidak sampai membuat orang menunda vaksinasi kalau sudah waktunya. “Insya Allah vaksin tetap aman meski berpuasa,” kata Gatot. 

    Dia juga mengatakan, efek vaksin berbeda pada setiap orang bisa juga disebabkan rasa khawatir atau takut yang berlebihan ketika akan divaksinasi. Kadang efek samping yang ditimbulkan tidak ada hubungannya dengan vaksin.

    “Itu namanya mengalami immunization stress related responses,” imbuhnya.

    Nutrisi warga lansia
    Warga lanjut usia menjadi salah satu prioritas vaksinasi. Kebutuhan nutrisi warga lansia saat berpuasa harus diperhatikan, termasuk jika menerima suntikan vaksinasi covid-19.

    Dokter spesialis gizi klinik Cindiawaty Pudjiadi mengungkapkan, risiko gangguan nutrisi pada warga lansia memiliki berbagai konsekuensi yang dipengaruhi penyerapan metabolisme makanan. Menurutnya, dengan tercukupinya kebutuhan nutrisi, kualitas hidup dari para lansia juga akan meningkat.

    “Pemenuhan nutrisi bisa dilakukan dengan berjemur supaya membentuk vitamin D, selain itu juga bisa diperoleh dari makanan bergizi, seperti keju, susu, telur, dan ikan,” kata Cindiawaty dalam webinar yang diselenggarakan Mitra Seni Indonesia, kemarin.

    Konsultan Olahraga Binaraga Phaidon Lumban Toruan menjelaskan, kesehatan bukan hanya tentang makanan yang dikonsumsi, melainkan juga tentang olahraga yang tepat di saat ibadah puasa. Menurut Phaidon, olahraga akan meningkatkan sirkulasi darah, mengaktifkan otot, serta membakar energi dan kalori. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id