grafis
 

    Cegah Penumpang Gelap Vaksinasi Pedagang Pasar

    08 Maret 2021 09:03 WIB
    KETUA DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Bidang Infokom Reynaldi Sarijowan mendorong agar Perumda Pasar Jaya melibatkan para pengurus blok di tiap pasar untuk memperbaiki pendataan penerima vaksin covid-19.

    Hal ini juga dilakukan agar mencegah ‘penumpang gelap’ dalam proses vaksinasi covid19 di pasar, khususnya yang saat ini sedang dilakukan di Pasar Tanah Abang.

    Ia sebelumnya sudah mendengar terkait dengan adanya individu yang bukan karyawan serta bukan pedagang Pasar Tanah Abang yang mendapat vaksin covid-19.

    “Kalau melibatkan para pengurus di tiap-tiap blok pasar, mereka paham sekali soal kondisi pedagang dan siapa-siapa yang bekerja di sana,” kata Reynaldi saat dihubungi, Minggu, 7 Maret 2021.

    Sementara itu, saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti dan permasalahan yang terjadi selama proses vaksinasi covid-19 di Pasar Tanah Abang. “Kami masih mengumpulkan bukti dan laporan. Sejauh ini memang ada laporan tersebut,” kata Reynaldi.

    Menurutnya, hadirnya pihak-pihak yang bukan pedagang ataupun orang yang tidak bekerja di Pasar Tanah Abang ini mencerminkan buruknya pendataan penerima vaksin covid-19 yang dilakukan Perumda Pasar Jaya.

    Padahal, ia sudah mewantiwanti sejak sebulan sebelumnya bahwa masalah pendataan ialah hal yang krusial. Jika vaksinasi dimanfaatkan orang yang bukan pedagang, dikhawatirkan para pedagang serta orang-orang lainnya yang benar-benar bekerja di pasar tidak mendapatkan vaksin.

    Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku belum mendapatkan laporan terkait dengan informasi adanya penyalahgunaan jatah vaksin pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    “Sejauh ini saya belum menerima laporan. Semuanya yang kita berikan sesuai dengan data yang kami terima. Fasilitas tenaga kesehatan kemudian pedagang pasar ada warga lansia dari unsur pendidikan, wartawan, semuanya sesuai,” ungkap Ariza sapaan akrab Ahmad Riza Patria.

    Kendati demikian, lanjutnya, apabila terjadi penyalahgunaan, Ariza mengaku akan mengecek dan mengevaluasi hal tersebut.

    “Kalau nanti ditemukan bukan pedagang pasar, nanti kita akan cek, kita akan evaluasi, kita akan periksa lebih lanjut apa memang terjadi orang-orang yang bukan pedagang pasar, menyusup umpamanya masuk dan sebagainya,” ujar Ariza.

    Penanggung jawab vaksinasi covid-19 di Pasar Tanah Abang, Siti Nur Halimah, mengaku belum mengetahui adanya kenalan pedagang yang ikut mendapat jatah vaksinasi. Namun, dia menilai hal tersebut bisa saja terjadi jika pedagang memanfaatkan celah kelemahan pendaftaran vaksin.

    Dia mengatakan, untuk pedagang atau pemilik dan penyewa kios, memang disyaratkan untuk melampirkan keterangan pembayaran iuran sebagai bukti verifi kasi. Namun, lanjutnya, verifikasi serupa sulit dilakukan untuk karyawan pedagang.

    Siti mengatakan, masalah pendaftaran dan verifikasi ini sepenuhnya dikerjakan PD Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Tanah Abang. “Jadi silakan ditanya ke Pasar Jaya. Kita sudah janjian di luar pintu, ruang verifikasi, itu tanggung jawab Pasar Jaya. Begitu masuk ruang vaksinasi baru tanggung jawab kami (Kementerian Kesehatan),” ungkap Siti. Dok Media Indonesia


    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id