comscore
grafis

Membentengi Diri dari Risiko Kanker

08 September 2021 12:04 WIB
Di Indonesia, penyakit kanker lebih banyak dialami perempuan daripada laki-laki. Data Globocan 2020 menyebutkan tiga besar kasus kanker tertinggi pada perempuan Indonesia ialah 65.858 kasus kanker payudara (30,8%), 36.633 kanker leher rahim (17,2%), dan 14.896 kanker ovarium (7%).

Sementara itu, pada laki-laki ditemukan sebanyak 183.368 kasus kanker dengan peringkat paling banyak ialah kanker paru 25.943 kasus (14,1%), 21.764 kasus kanker usus (11,9%), dan 16.412 kasus kanker liver (9%).

Dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi, Cahyo Novianto, mengatakan  deteksi  dini  menurunkan  risiko terkena kanker. Kanker payudara, misalnya, bisa dideteksi dengan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dan mamografi .

“Sadari bisa dilakukan pada wanita yang mulai menginjak umur 20 tahun dan dilakukan paling sedikit satu kali setiap bulannya,” kata Cahyo dalam Webinar Wanita Bebas Kanker dari RSPI, Senin, 16 Agustus 2021.

Agar hasilnya valid, sadari harus dilakukan pada waktu 5-7 hari setelah menstruasi berkaitan dengan siklus hormon estrogen yang tinggi menjelang dan saat menstruasi. Untuk perempuan yang sudah menopause, sadari  bisa dilakukan setiap bulan dengan tanggal yang sama. “Jika ada kelainan simetris atau keluar cairan tidak  wajar, harus cepat diperiksakan,” ucapnya.

Ditanggung BPJS

Lebih dari 70% pasien kanker serviks datang dalam stadium lanjut, yakni 3B ke atas. Untuk itu, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah, Grace Valentine, menyebutkan deteksi dini pada kanker serviks bisa menyelamatkan hidup pasien. “Ini salah satu kanker yang dapat dicegah,” katanya.

Deteksi bisa dilakukan dengan inspeksi visual asam asetat (tes IVA) dan pap smear untuk melihat potensi bibit kanker.

Kanker serviks disebabkan human papillomavirus  (HPV)  yang  menular,  antara  lain  karena  pola  hidup  tidak  sehat, sering  berganti-ganti  pasangan,  hubungan  seksual  sebelum berusia 20 tahun, dan pengaruh nikotin.

Seperti  diketahui,  biaya  kedua  jenis  tes  itu  tergolong  murah  dan  bisa  dilakukan  di  puskesmas.  Bagi  peserta BPJS Kesehatan, deteksi dini kanker  serviks  masuk  skema  pembiayaan JKN.

Grace  melanjutkan,  pencegahan  kanker serviks atau leher rahim itu juga bisa dilakukan dengan vaksinasi HPV.  Idealnya  vaksin  HPV  dilakukan  pada  wanita  yang  belum  aktif  seksual  sejak  usia  sembilan  tahun.

Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

Dok Media Indonesia

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id