grafis
 

    Nanopartikel untuk APD Tenaga Medis

    17 April 2021 18:08 WIB
    PANDEMI covid-19 yang sudah setahun lebih hingga kini masih berlangsung. Semua sektor kehidupan terdampak, termasuk lingkungan kerja.

    Para ahli multidisipliner bersinergi demi mengatasi ‘perang nirmiliter’ ini. Salah satu yang dianggap urgen ialah pakaian bagi tenaga medis sebagai garda terdepan menghadapi virus korona ini.

    Belum lama ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Universitas Indonesia (UI) mengembangkan baju hazmat yang mampu menahan masuknya virus dengan menggunakan teknologi coating nanowire dan nanosilver.

    Menurut peneliti pada Pusat Penelitian Kimia LIPI, Joddy Arya Laksmono, teknologi ini dikembangkan untuk kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Nanosilver tersebut memiliki bentuk kristal, konsentrasi, stabilitas, dan ukuran partikel yang dikembangkan melalui rekayasa teknologi proses kimia.

    Material di dalamnya berfungsi sebagai antibakteri, di antaranya tembaga, seng, titanium, magnesium, emas, alginat, dan perak. Nanosilver mempunyai aktivitas anti bakteri karena permukaannya yang besar untuk melakukan kontak dengan sangat baik terhadap mikroorganisme. Selama proses difusi berjalan, nanosilver mendekat pada membran sel bakteri dan melakukan penetrasi ke dalam mikroba.

    “Dari hasil penelitian, nanosilver memiliki kemampuan antimikroba terhadap bakteri, virus, dan mikroorganisme eukariotik,” ujar Joddy.

    Saat ini tengah diteliti mengenai proses impregnasi partikel nanosilver pada kain bahan APD. “Distribusi nanosilver serta proses ikatan kimia-fisik yang terjadi pada permukaan kain APD menjadi hal yang jadi perhatian utama. Ini berkaitan dengan efektivitas dan unjuk kinerja dari nanosilver sebagai material antimikroba pada permukaan kain APD,” sebutnya.

    Dijelaskan, membran bakteri mengandung protein, dengan senyawa sulfur sebagai komponen utamanya. Nanosilver melakukan interaksi dengan protein ini, kemudian berinteraksi lagi dengan fosfor yang mengandung senyawa-senyawa seperti DNA.

    Partikel perak dengan ukuran nano atau nanosilver ini memiliki sifat yang unik karena pengaruh dari ukuran kuantum dan permukaannya.

    Doktor alumni UI ini menambahkan bahwa umumnya pori-pori pakaian hazmat itu ukuran nya sangat kecil sehingga sirkulasi udara terhambat. Pada riset hazmat ini, bahan yang dikembangkan sifatnya breathable (mudah bernapas) agar selain aman, juga nyaman digunakan oleh para tenaga kesehatan. Kabarnya bahan material ini sudah uji SARSCov-2 dan berpotensi bisa menghambat pertumbuhan covid-19 di atas 80%. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id