grafis
 

    Jangan Anggap Remeh Eating Disorder

    07 April 2021 12:15 WIB
    SEBUAH ajang pemilihan model yang ditayangkan sebuah televisi swasta mendapat sorotan setelah salah seorang peserta, Ilene, mengaku mengidap eating disorder tanpa sadar. “Yang pertama jadi pengen makan terus. Yang kedua jadi kayak nggak mau makan apa-apa. Tapi nggak sampai muntahin (makanan),” jelas Ilene.

    Komentar juri yang justru menjadikan pengakuan itu sebagai bahan candaan dan terkesan menganggap sepele menuai kritik pedas dari warganet.

    Eating disorder atau gangguan makan merupakan kondisi psikologis yang menyebabkan munculnya kebiasaan makan tak sehat. Di luar anggapan umum, eating disorder sangat berbahaya.

    Menurut Jiemi Ardian, dokter spesialis kedokteran jiwa, angka kematian akibat eating disorder cukup tinggi.

    “Beberapa penelitian menyebutkan gangguan ini merupakan salah satu penyebab kematian cukup tinggi dari sisi gangguan kejiwaan sehingga harus ditangani secara serius dan ditangani oleh multidisiplin atau beberapa ahli sekaligus,” kata Jiemi dalam sebuah wawancara, Senin, 5 April 2021.

    Ia menjelasakan eating disorder sebenarnya bukan tentang makanan, tetapi tentang proses berpikir, berperilaku, dan persepsi terhadap tubuh. Juga, menurutnya, bukan soal diet yang sedang dilakukan. “Terlalu banyak atau terlalu sedikit asupan makanan tentu itu masalah gizi, tapi ini berbeda dengan eating disorder,” ucapnya.

    Eating disorder, lanjut Jiemy, merupakan bagian yang sangat luas yang merupakan respons psikologis seseorang tentang persepsi terhadap tubuhnya atau makananya atau berat badannya.

    Pemicunya pun bermacam-macam, dari kebiasaan dalam meregulasi stres atau mekanisme koping atau kemampuan seseorang dalam menghadapi adanya stres atau trauma masa lalu, regulasi emosi atau sense of control atau penderita seakan merasa punya kuasa meskipun itu kontrol yang keliru, atau mungkin gangguan kejiwaan lain seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, atau bahkan gangguan kejiwaan lainnya yang sangat luas.

    Pengaruh buruk
    Semua bentuk eating disorder ini dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan, seperti misalnya anoreksia atau kondisi ketika seseorang dapat merasa bahwa berat badannya berlebihan walaupun orang lain melihat mereka sangat kurus. Mereka cenderung terus-menerus memantau berat badannya meskipun sudah jauh di bawah batas berat ideal. Penderita gangguan makan ini sangat membatasi kalori dan menghindari jenis-jenis makanan tertentu.

    Dalam kondisi seperti ini, menurut Jiemy, pada penderita bisa terjadi gangguan medis yang serius. “Hal ini berbahaya karena kekurangan elektrolit, regulasi suhu yang buruk sehingga terjadi hipotermia, permasalahan pada denyut jantung, sistem endokrin, pencernaan, sistem saraf, kulit, dan sebagainya,” ungkap Jiemy.

    Sementara itu, psikolog klinis Veronica Adesla mengatakan penanganan eating disorder berupa family therapy, cognitive behavioral therapy, dan interpersonal therapy. “Keluarga memegang peranan penting untuk membangun
    pola perilaku makan yang sehat pada anak,” kata Vero. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id