grafis
 

    Ibadah Ramadan Diizinkan Berjemaah

    09 April 2021 11:13 WIB
    KEMENTERIAN Agama menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 tentang Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/ 2021 Masehi dalam situasi pandemi covid-19. Dalam surat tersebut, Kemenag mengizinkan buka puasa bersama dilaksanakan. Demikian juga dengan salat Tarawih dan salat Idul Fitri dilaksanakan berjemaah secara terbatas. 

    “Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, hanya mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan,” bunyi SE yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu.

    Surat Edaran ini, kata Menag, bertujuan memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi masyarakat dari risiko covid-19. 

    Menag menambahkan, surat edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para pengurus dan pengelola masjid dan musala.

    Kebijakan Kemenag tersebut mendapatkan dukungan dari Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla. “Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya Pak Menko atas izin untuk melaksanakan ibadah Ramadan. Yang jelas, berbeda dengan tahun lalu, tahun ini alhamdulillah kita sudah bikin edaran
    agar betul-betul dilaksanakan secara ketat,” ujar mantan Wakil Presiden yang akrab disapa JK seusai silaturahim bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kantor PMI, Jakarta.

    Ia menjelaskan selain protokol kesehatan ketat, juga perlu pengawasan terutama dari sisi kebersihan masjid demi menjaga kesehatan bersama. Oleh karena itu, penjaga masjid atau marbot harus bisa memastikan dan mengawasi pelaksanaan ibadah salat Tarawih dan salat Idul Fitri.

    Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan salat Tarawih dan salat Idul Fitri. “Yang paling penting ialah kesadaran masyarakat untuk tetap patuh
    menjalankan protokol kesehatan yang ketat selama beribadah.”

    Sidang isbat
    Untuk menetapkan awal Ramadan 1442 H, Kemenag akan menggelar sidang isbat pada 12 April 2021 di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jl MH Thamrin No 6, Jakarta. 

    Menurut Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, kemarin, karena masih pandemi, sidang isbat akan digelar secara daring dan luring. Sidang akan dihadiri perwakilan Komisi VIII DPR, MA, MUI, BMKG, Lapan, Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planeta rium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab serta Rukyat Kementerian Agama.

    Sidang isbat akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Lokasi sidang akan disemprot lebih dahulu dengan disinfektan. Peserta terbatas yang diundang hadir juga akan dilakukan pembatasan jarak, pemindaian suhu tubuh, dan wajib mengenakan masker.

    “Sidang isbat akan disiarkan TVRI sebagai TV Pool, RRI, dan media sosial Kementerian Agama,” jelas Kamaruddin. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id