grafis
 

    Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

    07 Januari 2021 08:56 WIB
    Jakarta: Ancaman gelombang ketiga (third wave) pandemi covid-19 kini tengah melanda negara-negara di berbagai belahan dunia. Pada gelombang ketiga ini menunjukkan kenaikan kasus secara signifikan pada suatu periode tertentu, dan jika terjadi, lonjakan kasus untuk kali ketiganya terjadi pula.

    “Indonesia saat ini berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengalami lonjakan (kasus) covid-19 dengan melakukan berbagai upaya,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden. 

    Berbagai upaya tersebut, di antaranya pertama, pembuatan pedoman rekayasa pelayanan kesehatan jika terjadi lonjakan kasus dan menyesuaikan besaran kenaikan kasus. Kedua, koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 mulai tingkat nasional sampai tingkat kelurahan/desa untuk mendukung upaya perubahan perilaku disiplin protokol kesehatan.

    “Ini sampai ke tingkat mikro, dengan menggunakan sistem pelaporan perubahan perilaku untuk menghasilkan data yang realtime supaya dapat dilakukan tindakan dengan cepat,” ujarnya.

    Berikutnya, yakni pembatasan mobilitas di dalam dan luar negeri untuk mencegah imported case. Pencegahan mulai dari daerah atau negara dengan kasus varian baru. Pembatasan ini melalui Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 3 Tahun 2020 dan No 4 Tahun 2020.

    Upaya pemerintah ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat sehingga masyarakat diminta kerja samanya untuk disiplin mematuhi peraturan yang dibuat karena kepatuhan ialah modal dalam meningkatkan produktivitas masyarakat yang aman covid-19.

    Disamping itu, untuk perkembangan beberapa negara di dunia yang telah mengalami third wave, terlihat peningkatan kasus dengan cakupan lapisan masyarakat yang lebih luas. Mulai bermunculannya klaster-klaster pada kegiatan sektor sosial ekonomi yang mulai dibuka setelah ada pelandaian kasus.

    Untuk diketahui, hingga kemarin perkembangan kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 788.402 atau terjadi penambahan 8.854 kasus, yang dirawat 112.593 orang, 652.513 orang dinyatakan sembuh, dan meninggal dunia sebanyak 23.296 orang.

    Harus serius

    Melonjaknya kasus baru covid-19 di Indonesia hingga mencapai 8.854 atau tertinggi, menurut epidemiolog Dicky Budiman, lantaran kasus di lapangan yang semakin banyak. Ia pun sepakat dengan keputusan pemerintah untuk melakukan pengetatan pembatasan sosial di Pulau Jawa dan Bali. Dengan catatan, pengetatan PSBB ini harus dilakukan dengan komitmen tinggi dan konsisten.

    “Kita masih belum terlambat melakukan pengetatan PSBB ini. Keputusan diambil tepat di tengah situasi yang serius. Namun, kesempatan pengetatan PSBB ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, komitmen tinggi, dan konsistensi,” kata Dicky, kemarin.

    Dicky menambahkan, PSBB di Pulau Jawa dan Bali ini harus setara dan dilakukan serentak karena akan memengaruhi pada penanggulangan covid-19. 

    “Pengetatan PSBB ini harus serius dan merata. Jangan seperti DKI Jakarta ketat, tapi sebagian daerah lain tidak melakukan PSBB yang setara,” jelasnya. 

    Selain itu, Dicky meminta penguatan kemampuan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. Ini pun harus dilakukan di seluruh wilayah, tidak berbicara mengenai Jakarta saja. Dok.MI

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id