comscore
grafis

5 Cara untuk Bisa Hidup Berdampingan dengan Covid-19

02 Agustus 2022 18:32 WIB
Jakarta: Para ilmuwan memperingatkan bahwa subvarian baru tampaknya menjadi versi virus yang paling menular hingga saat ini. Pun menginfeksi ulang orang-orang yang telah berurusan dengan varian sebelumnya sekali atau dua kali, kadang-kadang baru-baru ini beberapa minggu yang lalu. 

Pada dasarnya, semua orang hanya ingin kembali normal, meskipun jajak pendapat menunjukkan bahwa hanya sedikit orang Amerika yang yakin seperti apa sebenarnya hidup dengan covid-19 itu. 

Sebagian besar kota tidak mungkin mengembalikan mandat bermasker atau tindakan perlindungan lain yang digunakan sebelumnya dalam pandemi, atau bahkan dalam gelombang Omicron asli. 

“Kami telah mengalami pergeseran dalam baseline kami,” kata Michael Osterholm, peneliti kesehatan masyarakat dan direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota. 

Sementara itu, mengutip dari The Indian Express, Dien Ho, ahli bioetika di Massachusetts College of Pharmacy and Health Sciences, mengatakan bahwa sebenarnya kita bisa berjalan berdampingan dengan covid, asalkan kita tahu benar bagaimana cara melakukannya.

Pertanyaannya adalah, tindakan kesehatan masyarakat mana yang perlu diprioritaskan oleh negara?

Dan apa yang dapat dilakukan secara individu untuk menurunkan risiko paparan, memperlambat siklus varian baru tanpa henti, dan meminimalkan gangguan pada kehidupan sehari-hari?

Berikut adalah lima langkah yang harus diambil:

Maksimalkan vaksin dan booster

Jika belum menerima vaksin atau booster, segera lakukan. Vaksin memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap penyakit serius dan suntikan booster dapat memperkuat manfaat tersebut. 

Sayangnya, banyak orang Amerika yang belum melakukan itu. "Bagi mereka, dua kali vaksinasi sudah cukup. Padahal, subvarian Omicron terbaru jauh lebih mahir menghindari kekebalan daripada versi virus sebelumnya," tambah Osterholm. 

Vaksin baru akan lebih ditargetkan ke subvarian Omicron dan sedang mempertimbangkan untuk memperluas kelayakan booster. 

Pakai masker

"Kenakan masker baik di dalam ruangan ataupun di tempat-tempat umum. Ingat, setiap infeksi mungkin masih membawa risiko mengembangkan gejala covid-19 yang melemahkan," kata Caitlin Rivers, peneliti kesehatan masyarakat di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins. Boleh dibilang,  semakin dekat orang bersama, semakin tinggi risiko tertular virus. 
 

Temukan indikator covid-19 komunitas baru

Untuk sebagian besar pandemi, peta kode warna risiko tingkat komunitas CDC adalah indikator yang baik dari kasus dan tingkat penularan. Selain itu, para ahli merekomendasikan menggunakan cara lain untuk tetap mendapat informasi tentang risiko covid-19 komunitas, periksa berita lokal dan manfaatkan jejaring sosial. 

Ketika semakin banyak kontak dekat yang terkena covid-19 atau terinfeksi ulang lebih sering, seperti halnya banyak orang di seluruh negeri saat ini, ini adalah indikator yang baik bahwa masyarakat harus mulai mengenakan masker dan menambahkan lebih banyak perlindungan covid-19. 
 

Siapkan rapid test  

Rapid tesr adalah alat yang efektif untuk memerangi penyebaran covid-19 jika digunakan secara teratur. Untuk pemakaiannya, uji sebelum tiga hingga lima hari setelah pertemuan besar untuk melindungi diri dan orang-orang yang kamu temui. 

Ingatlah bahwa kamu dapat melakukan tes negatif bahkan bila memiliki gejala covid-19. Karantina bila merasa sakit. Uji lagi satu atau dua hari setelah hasil negatif untuk memastikan. 

Dan jika memiliki covid-19, lakukan tes setelah gejala mereda atau bahkan hilang. Tes antigen positif adalah indikasi yang cukup andal bahwa kamu masih menular, bahkan jika gejala  telah mereda atau hilang. 
 

Cari tahu cara berobat

Jika berencana bepergian, sebelum berangkat, persiapkan diri dari kemungkinan tertular selama perjalanan. 

“Adalah ide yang baik untuk bepergian dengan daftar cetak semua obat saat ini, riwayat medis dan vaksinasi, informasi kontak penyedia bila perlu mencari perawatan medis saat bepergian,” kata Dr. Annie Luetkemeyer, seorang profesor penyakit menular di University of California, San Francisco. Pun lakukan sedikit riset tentang klinik dan apotek di tempat tujuan. 

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id