grafis
 

    Terapi Sel Punca untuk Pasien Kondisi Berat

    17 April 2021 11:05 WIB
    BEKERJA sama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta menerapkan penggunaan sel punca (stem cell) pada pasien covid-19 derajat berat. Metode itu diyakini efektif dalam menyembuhkan pasien dengan kondisi tersebut.

    Selain itu, pihak rumah sakit juga sudah mendapatkan izin dari Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan).

    “Pemberian stem cell pada pasien covid-19 derajat berat di RSUP Dr Sardjito ini telah mendapat izin dari Badan POM serta telah masuk standar terapi covid-19 dari Kementerian Kesehatan,” kata Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Rukmono Siswishanto, Jumat, 16 April 2021.

    Injeksi stem cell pertama pada pasien covid-19 di RSUP Dr Sardjito dilaksanakan pada 29 Januari 2020 pada pasien laki-laki berusia 63 tahun. Pascainjeksi stem cell tersebut, pasien menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hasil pemeriksaan rontgen dada (chest x-ray) satu minggu pascaterapi stem cell menunjukkan perbaikan yang signifikan pada kondisi paru pasien.

    Hasil tersebut semakin mendorong Tim Stem Cell RSUP Dr Sardjito untuk mengembangkan penelitian stem cell pada covid-19 ini dalam bentuk uji klinis dengan judul Efikasi dan Keamanan Terapi Sel Punca Mesenkimal Asal Tali Pusat pada Pasien Covid19 Derajat Berat. Uji klinis dipimpin oleh Prof Samekto Wibowo, dengan anggota di antaranya dr Sumardi, dr Sudadi, dan dr Jarir At Thobari.

    “Hingga penelitian saat ini telah merekrut 9 pasien, dengan hasil yang masih dalam tahap evaluasi,” imbuh peneliti dr Rusdy Ghazali Malueka. Penelitian ini menggunakan metode uji klinik acak buta ganda terkontrol (randomized, double-blind, placebocontrolled trial), yang merupakan standar tertinggi untuk penelitian obat pada manusia.

    Dikatakan, stem cell yang digunakan berasal dari tali pusat bayi yang didonorkan. Tali pusat tersebut selanjutnya diolah, diambil stem cell di dalamnya dan dikembangkan oleh lab mitra RSUP Dr Sardjito, yaitu Lab Regenic milik PT Bifarma Adiluhung.

    Pemrosesan stem cell ini mengikuti standar pembuatan obat yang baik sesuai standar Badan POM. 

    Pasok plasma konvalesen 
    Di tempat terpisah, Pengusaha Peduli NKRI mengambil peran dalam upaya edukasi serta penyediaan kebutuhan transfusi plasma konvalesen untuk penyembuhan pasien covid-19 di Indonesia.
     
    “Langkah penyembuhan pasien covid-19 melalui transfusi plasma konvalesen adalah sebuah alternatif yang belum menjadi pilihan, bukan karena lemahnya solidaritas ataupun kepedulian masyarakat, tapi lebih karena ketidaktahuan publik, termasuk para penyintas selaku donor,” kata Managing Director Sinar Mas Saleh Husin dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, 15 April 2021 malam.

    Upaya itu dilakukan melalui gerakan Pengusaha Peduli NKRI bersama Yayasan Buddha Tzu Chi dan Palang Merah Indonesia bertajuk Yuk, Donor Plasma!

    Pengusaha Peduli NKRI adalah gerakan sosial lintas sektor privat. Sinar Mas ialah satu di antaranya, yang sejak pandemi berlangsung aktif menyalurkan donasi peralatan medis, alat pelindung diri, perangkat uji cepat, serta suplemen kesehatan dan bahan pangan bagi para petugas medis, juga masyarakat. Dengan kehadiran Pengusaha Peduli NKRI, ia yakin sosialisasi dan kesediaan berdonor akan berlangsung meluas. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id