grafis
 

    Jamur Hitam Muncul ketika Imun Kolaps

    09 Juni 2021 09:48 WIB
    AKSHAY Nair, spesialis mata di Mumbai, India, bersiap-siap melakukan operasi terhadap seorang perempuan berusia 25 tahun yang sudah 3 minggu sembuh dari covid-19. Pasien itu memiliki riwayat diabates dan kini mengidap mukormikosis.

    “Saya akan mengangkat mata pasien untuk menyelamatkan nyawanya. Begitulah caranya,” kata dr Nair, seperti dikutip dari BBC.

    Di tengah melonjaknya kasus covid-19 akibat varian Delta yang menular, wabah mukormikosis muncul secara masif di kalangan pasien dan penyintas covid-19 di India. Lebih dari 11.000 kasus terjadi dan lebih dari 200 orang mati karenanya.

    Mukormikosis dikenal juga dengan jamur hitam (black fungus) merupakan infeksi jamur yang jarang terjadi, tetapi sangat berbahaya. Penyakit ini tidak menular saat orang bersentuhan, tapi menyebar dari spora jamur yang bertebaran di udara.

    “Mukormikosis maupun infeksi jamur sistemik lain berpotensi menimbulkan komplikasi yang memperberat kondisi pasien covid-19, serta meningkatkan risiko kematian,” jelas Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru dan Pusat Mikosis Paru FKUI/RS Persahabatan, Dr dr Anna Rozaliyani MBiomed SpP(K), dalam taklimat media yang diadakan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Kamis, 3 Juni 2021.

    Menurutnya, faktor risiko penyakit ini dimiliki orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti pasien diabetes mellitus dengan gula darah tak terkontrol, pemberian steroid masif dalam waktu lama, konsumsi obat antiinfl amasi, peningkatan kadar besi dan kontaminasi fasilitas atau peralatan rumah sakit. Steroid diketahui dapat menekan sistem kekebalan tubuh.
     
    “Infeksi mukormikosis pada pasien covid-19 terjadi karena kondisi gangguan bahkan kelumpuhan sistem imun, sehingga tubuh tidak mampu mengeliminasi atau menghalangi invasi jamur ke tubuh,” bebernya.

    Bisa dicegah
    Pada rongga sinus, terang Anna, infeksi mukormikosis menyebabkan wajah bengkak satu sisi, sakit kepala, hidung tersumbat, demam, kelainan berwarna hitam pada hidung dan mulut.

    Adapun pada paru, gejalanya demam disertai batuk, nyeri dada, sesak napas, yang tidak membaik dengan pengobatan standar. “Paling sering terjadi pada pasien kanker atau transplantasi,” kata Anna.

    Mukormikosis juga bisa menginfeksi saluran cerna dan ini lebih sering terjadi pada pasien anak, terutama bayi prematur. Sementara, mukormikosis kulit terjadi melalui luka pada kulit dalam kondisi setelah operasi, luka bakar, dan lainnya.

    Ada juga mukormikosis diseminata, yakni infeksi yang menyebar melalui aliran darah. Pasien dengan infeksi otak dapat mengalami perubahan status mental atau koma.  

    “Mukormikosis dapat dicegah khususnya pada pasien covid-19 melalui peningkatan kewaspadaan klinis atau ketelitian dokter sebagai langkah awal diagnosis,” cetusnya.

    Spesialis bedah dari Mount Elizabeth Hospital, Tony Setiobudi mengingatkan, mukormikosis memiliki mortality rate atau tingkat kematian tinggi mencapai 54%, lebih tinggi daripada kematian covid-19 yang hanya 2%-3%. “Karena itu perlu diwaspadai kalau bisa jangan sampai terkena covid-19,” tukasnya dikutip dari kanal Youtube miliknya. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id