grafis
 

    Badan POM Nyatakan Vaksin Astra Zeneca Aman Digunakan

    10 Maret 2021 08:31 WIB
    BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah melakukan uji klinis vaksin Astra Zeneca terhadap 23.745 subjek dengan laporan hasil yang aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

    "Badan POM sudah melakukan proses evaluasi untuk keamanan khasiat dan mutu vaksin, proses dilakukan bersama tim ahli, dan berbagai klinis terkait," kata Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito dalam  keterangan virtual, Selasa, 9 Maret 2021.

    Penny mengatakan hasil evaluasi keamanan berdasarkan data uji klinis secara keseluruhan, pemberian vaksin dua dosis dengan interval 4-12 minggu pada total 23.745 subjek, dinyatakan aman dan dapat ditole ransi
    dengan baik. Kejadian efek samping yang dilaporkan dalam studi klinis umumnya sedang dan ringan.

    Penny menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap khasiat, vaksin tersebut dapat merangsang pembentukan antibodi yang baik pada populasi dewasa ataupun lansia dengan rata-rata peningkatan antibodi Imunoglobulin M (IgM) berkisar 32 kali setelah dosis kedua usia 18-60 tahun serta 21 kali pada kelompok lansia di atas 65 tahun.

    Penny menjelaskan Badan POM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Astra Zeneca pada 22 Februari 2021 dengan nomor EUA 2158100143A1.

    “Sebagaimana vaksin covid-19 yang telah memperoleh EUA, sebelum produk siap untuk digunakan, Badan POM melakukan proses pelulusan produk (lot release). Setelah diberikan pelulusan produk, vaksin tersebut siap
    untuk digunakan dalam program vaksinasi,” ujarnya.

    Vaksin Astra Zeneca merupakan vaksin covid-19 yang ketiga mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan POM. Vaksin CoronaVac produksi Sinovac ialah vaksin pertama yang mendapatkan EUA pada 11 Januari 2021 disusul dengan vaksin covid-19 produksi PT Bio Farma pada 16 Februari 2021.

    Vaksin Astra Zeneca dikembangkan oleh Oxford University bekerja sama dengan Astra Zeneca menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (ChAdOx 1).

    “Vaksin Astra Zeneca didaftarkan ke Badan POM melalui 2 jalur, yaitu jalur bilateral oleh PT Astra Zeneca Indonesia dan jalur multilateral melalui mekanisme COVAX Facility yang didaftarkan oleh PT Bio Farma,” kata Penny. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id