grafis
 

    Pemda Jangan Ragu Lakukan Micro Lockdown

    11 Mei 2021 14:20 WIB
    ANCAMAN penyebaran virus covid-19 yang semakin masif bertepatan dengan libur Hari Raya Lebaran tahun ini tidak main-main. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta pimpinan daerah untuk tidak segan menerapkan micro lockdown jika ditemukan lonjakan kasus covid19 yang signifikan.

    Doni menegaskan hal itu saat memberi arahan pada briefing peserta batch III Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) secara virtual, kemarin. “Kalau di satu daerah ada kasus covid-19 yang meningkat, lakukan micro lockdown satu desa. Jangan satu kabupaten/kota karena repot banyak aturannya,” ujar Doni.

    Ketika micro lockdown diterapkan, pemerintah daerah berkewajiban memenuhi kebutuhan warganya. “Ini bagus. Terlihat adanya gotong royong,” serunya. Menurut Doni, sejumlah daerah sudah menerapkan kebijakan itu seperti Kelurahan Payo Selincah, Jambi, yang baru saja dikunjunginya. Di sana satu RT warganya terpapar covid-19 hingga lebih dari 50%. Opsi micro lockdown pun diberlakukan.

    Sekali lagi, kata Doni, covid-19 ini masih ada di tengah kita. Vaksin bukan segalanya karena efikasinya baru 60%. Karena itu, kepatuhan terhadap protokol kesehatan ialah mutlak.

    Dalam pantauannya, lonjakan kasus covid-19 di Indonesia selama beberapa pekan terakhir dianggap mencemaskan karena melebihi jumlah pasien sembuh. Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit juga sudah menunjukkan lampu kuning.

    “Semua BOR RS sudah mencapai di atas 80%. Bahkan, ada provinsi yang BOR-nya sudah di atas 100% untuk ICUnya sehingga harus dibawa ke daerah lain,” ungkap Doni.

    Diduga lonjakan kasus terjadi dari sejumlah kegiatan yang dilakukan sebelum Ramadan, sebelum ada larangan mudik, warga pulang lebih awal. Selain itu juga karena kegiatan keagamaan dan tradisi yang akhirnya berdampak pada peningkatan kasus.

    Data yang dihimpun Satgas Covid-19, dalam satu bulan terakhir, 11 April hingga 9 Mei 2021 terdapat peningkatan keterisian tempat tidur ICU di 13 provinsi. Angka tertinggi di Provinsi Aceh meningkat sebesar 38,22%. Disusul Kepulauan Riau 27,94%, Kalimantan Barat 23,85%, Riau 21,09%, dan Jambi 18,99%.

    Selanjutnya, peningkatan terjadi di Sumatra Selatan 11,36%, Jawa Tengah 10,61%, Nusa Tenggara Barat 4,59%, Sulawesi Tenggara 4,55%, Bengkulu 4,17%, Papua 3,34%, Bali 2,89%, dan Sumatra Barat 2,01%.

    Menanggapi hal itu, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) menyebut dinas kesehatan di seluruh wilayah di Indonesia telah memberikan peringatan dini kepada rumah sakit untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus pasca-Lebaran.

    Mutasi B1617 
    Kekhawatiran lain, yakni kasus mutasi virus covid-19, B1617, di Indonesia yang terus bertambah. Ada laporan, yakni delapan kasus B1617 baru di Tanah Air. “Jadi (total) ada 10 kasus,” kata juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tirmidzi, kemarin.
     
    Nadia mengaku belum mengetahui kasus tersebut berasal dari mana dan ditemukan di mana saja. “Saya belum dapat data lengkap,” ucapnya.
     
    Nadia mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat juga diminta mematuhi larangan mudik.

    Sebelumnya, dua kasus B1617 ditemukan di Jakarta. Virus ini dibawa warga India dan satu warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari India. WNI yang terjangkit virus itu dilaporkan sudah sehat, sedangkan satu WNA yang terinfeksi masih menjalani isolasi di Rumah Sakit Sulianti Saroso. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id