grafis
 

    Menutup Jalur Ilegal Penyelundupan Benur

    21 Juli 2021 09:54 WIB
    BENUR atau sering disebut dengan benih lobster merupakan salah satu komoditas perikanan di Indonesia. Potensi keuntungan dari pengembangan benih lobster sampai dapat dipanen serta dijual diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Hal itu menyebabkan maraknya penjualan benih lobster di pasar gelap Indonesia.

    Benur sering kali diselundupkan pihak tidak bertanggung jawab melalui jalur laut. Kasus penyelundupan benur tertinggi terjadi pada 2020 di Jambi. Kasus ini kembali meningkat di tahun berikutnya. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), penyelundupan benur di Jambi hingga Juli 2021 mencapai 11 kasus. Peningkatan ini terjadi karena di Jambi terdapat banyak pelabuhan kecil yang menjadi tempat penyelundupan benur.

    Aktivitas ilegal ini tentunya sangat merugikan negara. Perkiraan kerugiannya diperkirakan mencapai Rp140 miliar. Besarnya kerugian tersebut membuat pemerintah membentuk beberapa peraturan, salah satunya ialah melarang kembali ekspor benur. Aturan ini dibuat untuk melindungi kesejahteraan petambak benur, karena benur yang berhasil dikembangkan menjadi lobster memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dok Media Indonesia

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id