grafis
 

    Sepak Terjang dan Kasus Hukum Abu Bakar Ba'asyir

    08 Januari 2021 08:19 WIB
    Jakarta: Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir, bebas murni pada Jumat, 8 Januari 2021. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manuria Jawa Barat, Imam Suyudi, mengatakan Ba'asyir telah melalui seluruh masa tahanan sesuai vonis pengadilan, yakni 15 tahun penjara dipotong berbagai remisi.

    Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir  mendapat pengawalan ketat aparat gabungan. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror turut terlibat.

    Ba'asyir divonis pada 16 Juni 2011 dengan hukuman 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Ia terbukti terlibat dalam tindak pidana terorisme serta merencanakan dan menggalang dana untuk pelatihan militer di Aceh. 

    Abu Bakar Ba'asyir merupakan salah satu ulama yang nyentrik dan penuh kontroversi. Ia tercatat memiliki rentetan kasus hukum yang membuatnya sering keluar masuk penjara. 

    Ba'asyir pernah menolak Pancasila dan menolak hormat bendera Merah Putih hingga keterlibatannya dalam beberapa aksi teror di Tanah Air. Berikut ini sederet kasus yang menjerat Abu Bakar Ba'asyir: 

    1. Menolak Pancasila dan bendera Merah Putih (1983)

    Pada 1983, Abu Bakar Ba'asyir ditangkap dan divonis sembilan tahun penjara karena dituduh menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila. Ketika perkaranya masuk kasasi, Ba'asyir kabur ke Malaysia dan kembali ke Indonesia pada 1999. 

    2. Terlibat teror Bom Bali (2002)

    Ba'asyir ditetapkan tersangka oleh kepolisian pada 18 Oktober 2002 atas sejumlah aksi teror di Indonesia. Ia menjadi tersangka menyusul pengakuan Omar Al Faruq, tersangka Bom Bali. Kasusnya berlanjut hingga ke Mahkamah Agung hingga akhirnya Ba'asyir divonis 1,5 tahun penjara. 

    3. Terlibat Bom JW Marriot (2004)

    Pada 30 April 2004, Ba'asyir dijemput paksa polisi dan dibawa ke Mabes Polri akibat tindak terorisme pengeboman Hotel JW Marriott dan Bom Bali. Ia divonis 2,6 tahun penjara lalu bebas pada Juni 2006. 

    4. Pendanaan pelatihan teroris di Aceh (2010)

    Setelah beberapa tahun namanya menghilang, pada 9 Agustus 2010, Ba'asyir kembali ditangkap karena dinyatakan terlibat dalam pendanaan latihan teroris di Aceh. Atas dakwaan tersebut, Ba'asyir divonis hukuman penjara selama 15 tahun. 

    5. Sempat akan dibebaskan Jokowi (2019) 

    Pada Januari 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana membebaskan Ba'asyir. Rencana Presiden menuai pro dan kontra. Jokowi pun mengutus pakar hukum Yusril Ihza Mahendra untuk berkomunikasi dengan Ba'asyir. 

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012, sebagai narapidana terorisme yang ingin bebas bersyarat, Ba'asyir harus menandatangani pernyataan mengakui dirinya bersalah dan setia kepada NKRI. Namun, surat tersebut nyatanya tidak ditandangani oleh Ba'asyir. Dok.Metro TV

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id