comscore
foto

Melihat Antusiasme Pengunjung di Museum Plastik Gresik

12 Oktober 2021 16:21 WIB
Surabaya: Sejak dibuat dua bulan yang lalu atau sejak Agustus 2021, Musuem Plastik di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus dibanjiri pengunjung.

Banyak di antara pengunjung adalah anak-anak sekolah. Mereka mengunjungi Museum Plastik sekaligus belajar sejak dini untuk mencintai lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Menurut pendiri Museum Plastik, Prigi Arisandi, museum itu dibuat untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik pada lingkungan dan habitat yang ada. Serta untuk mengkampanyekan memininalkan penggunaan plastik sekali pakai, yang saat ini banyak mengotori sungai-sungai Indonesia termasuk di Jatim.

"Kami membuat museum plastik ini, berawal dari keperihatinan banyaknya sampah plastik, yang dibuang sembarangan di sungai oleh masyarakat. Sehingga mencemarkan lingkungan dan habitat yang ada," katanya.

Prigi mengatakan, material instalasi museum plastik tersebut dikumpulkan dari tempat pembuangan sampah serta sungai yang tersebar di beberapa daerah di Jatim. Misalnya Sungai Brantas sepanjang Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, lalu Mangroove Wonerejo, dan Sungai Surabaya.

Sampah-sampah plastik itu terdiri dari botol, tas, hingga bungkus sachet dan sedotan. Hasilnya didapat lebih dari 10.000 sampah plastik. Kemudian sampah itu dimanfaatkan untuk dijadikan instalasi museum sampah plastik.

"Jadi, sampah plastik itu dikumpulkan oleh anggota Ecoton yang berjumlah sekitar 50 orang lebih. Mereka terdiri dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat," katanya.

Sebagian sampah plastik itu dibuat sebuah patung menyerupai Dewi Sri, yang sarat dengan arti Dewi Kemakmuran. Dewi Sri yang konon dihormati orang Jawa itu didirikan tepat di tengah museum. Dari bagian patung itu, di mana rok panjang si Dewi Sri terbuat dari bungkus sachet produk rumah tangga sekali pakai.

"Sementara untuk terowongan museum sepanjang 10 meter dengan ketinggian 33 kaki itu dibuat menggunakan sekitar 4.444 botol," katanya.

Saat ini, museum ini telah menjadi lokasi yang populer, bahkan menjadi sangat instagrammable jika berfoto dengan latar belakang ribuan botol sampah. Pameran bertajuk '3F' (Fish Fersus Flastik) tersebut berlangsung di ruang terbuka. Hingga saat ini, lebih dari 500 pengunjung telah berkunjung ke museum tersebut. Medcom.id/Amaluddin

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id