foto
 

    Kembali Produksi, Harga Tahu Tempe Naik 25 Persen

    04 Januari 2021 21:25 WIB
    Jakarta: Setelah tiga hari di awal 2021 menyatakan mogok produksi dalam menyikapi kenaikan harga kedelai, Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) akhirnya kembali berproduksi, Senin, 4 Januari 2020.

    Ketua Gakoptindo Aip Syaifuddin mengatakan pihaknya telah mendistribusikan ke pasar-pasar, sehingga keberadaan tahu dan tempe yang sempat menghilang di pasaran kini mulai dipasok kembali.

    Aip mengatakan untuk menyikapi kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe, produsen pun terpaksa menaikkan harga di seluruh wilayah di Tanah Air. Kenaikannya sekitar 25 persen.
     
    Untuk tahu dan tempe ukuran kecil harganya naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000. Sementara untuk ukuran besar naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000.

    Selama ini bahan baku tahu dan tempe banyak dipasok dari impor. Kenaikan harga kedelai impor membuat pusing produsen tahu dan tempe.  
     
    Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga kedelai impor yakni ongkos angkut yang juga mengalami kenaikan. Waktu transport impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama tiga minggu menjadi lebih lama yaitu enam hingga sembilan minggu. MI/M Fahrullah

    (KHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id