foto
 

    Wasit yang Sahkan Gol Tangan Tuhan: Maradona Jenius

    27 November 2020 20:48 WIB
    Tunis: Mantan wasit asal Tunisia Ali Bin Nasser yang memimpin perempat final Piala Dunia 1986, di mana Diego Maradona mencetak dua golnya yang terkenal melawan Inggris, memuji pemain Argentina itu sebagai 'jenius' setelah kematiannya pada usia 60, Rabu, 25 November 2020.

    Bin Nasser mengakui bahwa dia meragukan keabsahan gol 'Tangan Tuhan' Maradona yang terkenal itu, tetapi mengatakan gol kedua legenda sepak bola tersebut adalah sebuah mahakarya.

    Pada menit ke-51 di pertandingan delapan besar yang bermuatan politik di Meksiko, empat tahun setelah Perang Falklands, Maradona mengalahkan kiper Inggris Peter Shilton dan memasukkan bola ke gawang untuk memberi negaranya keunggulan.

    "Saya tidak melihat tangannya, tapi saya ragu," kata Bin Nasser, orang Tunisia pertama yang menjadi wasit perempat final Piala Dunia.

    "Anda bisa melihat gambarnya - saya mundur untuk mengikuti nasihat asisten saya, Bulgaria (Bogdan) Dochev, dan ketika dia mengatakan itu bagus, saya mengesahkan gol itu."

    Mantan wasit berusia 76 tahun itu mengatakan bahwa dia yakin dia adalah orang yang tepat untuk FIFA dalam pertandingan yang sulit, dan badan sepak bola dunia itu memberinya peringkat tinggi untuk penampilannya dalam laga tersebut.

    "Saya telah menjadi wasit pertandingan antara Uni Soviet dan China pada 1985, saya adalah orang dengan misi sulit untuk FIFA," kata Bin Nasser.

    "FIFA memberi saya nilai 9,4 pada pertandingan ini, saya melakukan apa yang harus saya lakukan, tetapi ada kebingungan - Dochev kemudian mengindikasikan bahwa dia telah melihat dua lengan, dan dia tidak tahu apakah itu lengan Shilton atau Maradona."

    Argentina mengamankan tempat mereka ke semifinal lewat dua gol Maradona, dengan satu golnya yang kemudian terpilih sebagai 'Goal of the Century' (Gol Abad Ini).

    Bintang Napoli itu menjebol gawang Inggris untuk kedua kalinya dengan gol yang tak diragukan lagi sebagai gol terbaik sepanjang masa Piala Dunia. Setelah membawa bola dari daerah permainan sendiri dia kemudian melewati hadangan enam pemain Inggris, sebelum menceploskan bola ke gawang yang kosong.

    "Saya siap bersiul karena pelanggaran berbahaya terhadap Maradona," kenang Bin Nasser tentang gol yang terbukti menjadi pemenang setelah Gary Lineker membalaskan satu gol untuk Inggris.

    "Saya pikir setelah upaya 50 yard mereka akan menjatuhkannya. Saya bangga berpartisipasi dalam karya agung itu."

    Maradona mengunjungi Bin Nasser 29 tahun kemudian ketika sedang syuting sebuah iklan di Tunisia, memberinya kaus bertuliskan 'Untuk teman abadi saya Ali'.

    "Kami bersenang-senang, saya katakan padanya hari itu, bukan Argentina yang menang, tapi dia, Maradona."

    "Dia jenius, legenda sepak bola. Sebagai wasit, saya tidak membiarkan diri saya menutup mata bahkan sedetik pun saat mengikutinya, karena dia mampu melakukan apa saja." AFP PHOTO/Fethi Belaid

    (WWD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id